Presiden Akan Resmikan Replanting Kebun Sawit di Muba

Oleh: Dinda Wulandari 24 Agustus 2017 | 23:05 WIB
Hamparan perkebunan kelapa sawit/Antara-FB Anggoro

Bisnis.com, PALEMBANG - Program peremajaan kebun kelapa sawit milik petani di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, sekitar 4.600 hektare akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada September 2017.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan kepastian peresmian tersebut didapat setelah terbitnya peraturan menteri keuangan (PMK) terkait pembiayaan untuk replanting sawit melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit.

"September nanti Menko Perekonomian dan Presiden akan ke Muba untuk meresmikan program replanting yang pertama kali di Indonesia," katanya di sela-sela acara pembukaan festival sepak bola kerja sama Cargill dan Chelsea FC Foundation di Sekayu, Muba, pada Kamis (24/8/2017).

Dodi mengemukakan nantinya petani yang mengikuti program replanting itu bakal mendapat pembiayaan senilai Rp25 juta per hektare.

Menurutnya, sebetulnya pemda mengajukan pembiayaan untuk kebun sawit petani seluas total 8.000 ha. "Namun demikian pada tahap awal ini disetujui 4.600 ha, selanjutnya ada tambahan 2.000 ha yang bakal direalisasikan setelah tahap pertama.”

Program pembiayaan replanting sawit ini diluncurkan pada 2016, tetapi realisasinya berjalan lambat sehingga memakan waktu lebih dari setahun.

"Lama itu karena program ini pertama kali di Indonesia. Belum lagi kami harus mempersiapkan petaninya terutama dari sisi kepastian hukum, seperti sertifikasi lahannya," ujarnya.

Dodi mengemukakan total lahan perkebunan sawit di Muba mencapai sekitar 300.000 ha di mana 60% dari luasan tersebut dikelola oleh petani swadaya dan sisanya oleh perusahaan.

Dalam kesempatan yang sama, manajemen Cargill Tropical Palm menyatakan pihaknya juga menaruh perhatian terhadap replanting di area perkebunan perusahaan di kabupaten tersebut.

"Kami bukan hanya fokus di replanting melainkan juga bagaimana cara untuk meningkatkan produktivitas kebun," kata Colin Lee, Director of Coorporate Affairs Cargill.

Lee menjelaskan pihaknya memiliki lahan sawit tertanam seluas 80.000 ha yang tersebar di Sumsel dan Kalimantan Barat.

Dia mengatakan kebun sawit di Sumsel dikelola oleh PT Hindoli yang mana telah diakuisisi pihaknya pada 1995. "Kebun inti Hindoli memiliki lahan tanam sawit seluas 20.958 ha sementara yang plasma seluas 19.346 ha."

Lee mengutarakan pihaknya telah bekerja sama dengan lebih dari 9.600 petani plasma dan memiliki tiga pabrik pengolahan dan satu pabrik inti.

Dari kebun tersebut, pihaknya memproduksi minyak sawit mentah, minyak inti sawit, tandan buah segar. Peremajaan dilakukan secara berkala untuk menjaga stabilitas hingga meningkatkan produksi. "Replanting pasti kami lakukan termasuk di Muba."

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer