BEI Hadirkan Pusat Informasi Go Public di Surabaya

Oleh: Wike Dita Herlinda 29 Agustus 2017 | 20:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar Modal Indonesia terus berkembang menjadi salah satu alternatif potensial bagi pengembangan bisnis perusahaan di tengah terbatasnya pendanaan dari sektor perbankan.

Jumlah dana yang dihimpun perusahaan dari pasar modal yang terus meningkat menunjukkan peningkatan peran pasar modal dalam memenuhi kebutuhan pendanaan bagi banyak perusahaan di Indonesia.

Agar semakin banyak perusahaan memanfaatkan peluang memperoleh pendanaan, Bursa Efek Indonesia (BEI) terus fokus melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada kalangan dunia

usaha di seluruh Indonesia.

Selain memberikan edukasi dan sosialisasi, BEI juga siap memberikan layanan konsultasi tentang cara perusahaan memperoleh pendanaan di pasar modal melalui Pusat Informasi Go Public.

Pada Selasa (29/8/2017), BEI meresmikan kembali Pusat Informasi Go Public di Surabaya yang terletak di Gedung BEI, Jalan Taman Ade Irma Suryani Nasution Nomor 21.

Acara peresmian ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen, Kepala Kantor Regional 4 Jawa Timur OJK Sukamto, Direksi Self Regulatory Organizations serta perwakilan dari Perusahaan Tercatat, Anggota Bursa dan pelaku industri jasa keuangan di Jawa Timur.

Menurut Direktur Utama BEI Tito Sulistio, tujuan dari didirikannya Pusat Informasi Go Public Surabaya ini adalah untuk memberikan sarana dan kesempatan yang luas kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam memperoleh informasi teknis tentang apa dan bagaimana go public secara komprehensif, dari mulai manfaatnya, persyaratannya, prosesnya, bagaimana mempersiapkannya, dan sebagainya.

Kehadiran Pusat Informasi Go Public ini diharapkan memberikan dampak positif berupa kehadiran lebih banyak perusahaan dalam memanfaatkan peluang pendanaan dari pasar modal untuk pengembangan usaha.

Seiring meningkatnya minat perusahaan di dalam negeri untuk menjadi perusahaan publik, diharapkan bisa menyemarakkan perdagangan saham di Pasar Modal Indonesia.

“Dengan demikian Pasar Modal Indonesia dapat menjadi cerminan maupun tolak ukur bagi kemajuan perekonomian Indonesia,” ujar Tito dalam siaran pers, Selasa (29/8/2017).

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer