ATURAN FREE FLOAT: BEI Nanti Niat Baik Emiten

Oleh: Novita Sari Simamora 05 September 2017 | 13:18 WIB
Pengunjung menggunakan ponselnya di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/8)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menanti rencana baik emiten-emiten untuk memenuhi ketentuan free float.

Ketidakpatuhan emiten-emiten pada Ketentuan BEI No. V.1 telah membuat saham emiten itu dibekukan dalam transaksi harian. Regulasi BEI itu mengatur tentang jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama paling kurang 50 juta saham dan paling kurang 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat mengungkapkan emiten harus memenuhi kewajiban free float. Dia mengungkapkan, sebagian perusahaan yang dibekukan dalam perdagangan memiliki niat baik untuk menambah free float.

"Sebagian sudah punya komitmen [memenuhi free float]. Kalau memang sudah ada rencana, tidak suspensi," ungkapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (5/9/2017).

Pada akhir Juni 2017, BEI mencatatkan ada 9 emiten yang disuspensi karena tidak menenuhi ketentuan V.1 dan V.2, empat diantaranya adalah PT Keramik Indonesia Assosiaso Tbk. (KIAS), PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk. (PDES), PT Danayasa Arthatama Tbk. (SCBD) dan PT Permata Prima Sakti Tbk. (TKGA).

Lima emiten lain yang disuspensi adalah PT Skybee Tbk. (SKYB) PT Hotel Mandarine Regency (HOME), PT Trikomsel Oke Tbk. (TRIO), PT Grahamas Citrawisata Tbk. (GMCW) dan PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. (SQBI &SQBB).

Editor: Riendy Astria

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer