Cara Jitu dalam Menghimpun Dana di Daerah Terpencil

Oleh: Yanuarius Viodeogo 08 September 2017 | 02:00 WIB
Financial Technology (Fintech)/channelasia

Harus diakui bahwa berbagai faktor memicu ketidaktahuan masyarakat tentang tata cara menyimpan dana mereka di bank. Apalagi, mereka yang tinggal di kawasan terpencil, minim sarana jalan, listrik, dan telekomunikasi yang memadai.

Executive Vice President Product and Customer Experience Head BPTN Achmad Nusjirwan Sugondo mengutarakan bahwa masih terdapat sekitar 100 juta penduduk Indonesia yang belum terlayani akses perbankan.

“Kami ingin menghimpun dana dari masyarakat yang belum punya akun tabungan. Jadi, dengan modal telepon genggam berbasis GSM [global system for mobile communications], dalam keadaan minim sinyal, masyarakat bisa tetap menabung walau dananya kecil Rp1.000, Rp2.000 atau Rp10.000,” ucapnya.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalbar Dwi Suslamanto mewanti-wanti kepada perbankan umum dan swasta supaya mulai menciptakan terobosan dalam pembiayaan yang lebih efektif dan efisien.

Dia mengatakan, ada satu jenis lembaga pembiayaan tanpa kantor yang memudahkan masyarakat dalam mengakses produk-produk keuangan yang bernama financial technology atau disebut fintech.

“Sudah ada satu pemain nasional yang ada di Kalbar. Ada satu perusahaan besar di sini, sebagian [pinjam] dana ke bank satu lagi ke fintech. Kalau bank-bank di Kalbar masih menggunakan konsep lama, [pasar perbankan] bisa direbut fintech,” tuturnya.

Dia mencontohkan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sangat pas menggabungkan sistem konvesional dan fintech karena memiliki satelit sendiri yang bergantung pada jaringan telekomunikasi. Kredit dengan sistem fintech sekarang sudah bisa lancar dalam hitungan jam saja.

“Kalau sudah digital tidak perlu lagi outlet. Fintech hadir sejatinya karena keterbatasan layanan perbankan di masyarakat sehingga mereka (fintech) masuk,” ucapnya.

Sumber : Bisnis Indonesia

Editor: Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer