PELAYANAN PERBANKAN : Kredit UMKM Bakal Bertumbuh

Oleh: Nadya Kurnia 08 September 2017 | 02:00 WIB

BALIKPAPAN-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara memproyeksikan penyaluran kredit UMKM di provinsi termuda Kalimantan tersebut mampu tumbuh positif hingga akhir tahun.

Proyeksi tersebut berjalan seiring dengan perkiraan peningkatan konsumsi rumah tangga yang juga tinggi, yakni pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang menjadi sektor usaha dominan pada portofolio kredit UMKM di Kaltara.

Tercatat, konsumsi rumah tangga pada kuartal II mencapai 3,6% (yoy). Dengan pangsa sebesar 18,3%, konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 0,6% terhadap perekonomian Kaltara.

Hingga kuartal II, bank sentral mencatat pangsa kredit UMKM mencapai 32,09% dari total penyaluran kredit yang mencapai Rp7,51 triliun, melampaui kewajiban pemenuhan penyaluran kredit UMKM sebesar 15% dari total pangsa kredit sesuai ketentuan bank sentral.

Pangsa penyaluran kredit UMKM yang berlokasi proyek di Kaltara juga terus tumbuh sejak tiga tahun terakhir. Pada 2014, pangsa kredit UMKM tercatat sebesar 27%, meningkat menjadi 32% pada 2015, dan 31% pada 2016.

"Secara sektoral, usaha perdagangan besar dan eceran mendominasi pangsa kredit UMKM sebesar 57%. Tapi potensi kredit UMKM bisa dikembangkan lagi pada sektor pertanian, yang saat ini pangsanya masih 13%," ujar Kpwk Bank Indonesia Kaltara Hendik Sudaryanto, Rabu (6/9).

Terutama, lanjut dia, pada subsektor perikanan, tanaman pangan, dan holtikultura. Namun, pengembangan pada ketiga subsektor tersebut memerlukan dukungan dari pemerintah daerah setempat.

Bantuan tersebut berupa pembenahan administrasi keuangan pelaku UMKN, pembenahan tata niaga, berikut pembenahan pemasaran produk olahan pada masing-masing sektor.

Subsektor perikanan dinilai potensial, mengingat besarnya nilai ekspor komoditas udang yang pada kuartal II mencapai USD$19,63 juta, meningkat dari realisasi kuartal pertama yang tercatat sebesar USD$16,45 juta.

Perbankan pun tentu mampu mendukung pengembangan usaha UMKM. Saat ini, terdapat 17 bank (kantor cabang dan kantor cabang pembantu) yang beroperasi di lima wilayah kota dan kabupaten Kaltara.

Kendati demikian, Hendik mengatakan selain memanfaatkan akses permodalan dari perbankan, para pelaku UMKM juga memanfaatkan sumber permodalan alternatif.

"Masih ada yang menggunakan modal dari lembaga keuangan nonbank, seperti koperasi dan pegadaian, atau memanfaatkan dana bantuan/dana bergulir dari perusahaan," sambungnya.

Dia pun mengakui belum semua daerah terjangkau oleh pelayanan perbankan, terutama daerah-daerah perbatasan. Branchless banking pun telah berjalan di Kaltara, namun masih diperlukan banyak pembenahan.

Hingga saat ini, pangsa penyaluran kredit UMKM di Kaltara dominan berasal dari Kota Tarakan, yang menjadi kota terpadat di seluruh provinsi, yakni sebesar 52%.

Sedangkan pembenahan branchless banking terutama terkait infrastruktur listrik dan konektivitas antar wilayah. Kalau keduanya sudah dibenahi, branchless banking bisa lebih optimal berekspansi.

Editor: Abraham Runga

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer