BANK DAERAH : Bank Jateng Andalkan Kredit Konsumer

Oleh: Dini Hariyant 11 September 2017 | 02:00 WIB
Bank Jateng/Istimewa

JAKARTA—PT BPD Jawa Tengah mengakui dominasi penyaluran kredit konsumer dibandingkan dengan pendanaan yang bersifat produktif.

Direktur Operasional dan UUS Bank Jateng Hanawijaya mengatakan, porsi kredit konsumer saat ini berkisar 78%, sedangkan kredit yang produktif seperti pendanaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) porsinya baru 28%.

Besaran porsi kredit konsumer tersebut dinyatakan, mampu menopang rasio kredit bermasalah (NPL) secara gross pada level 1,7%.

Pasalnya, Bank Jateng harus menghadapi rasio kredit komersial bermasalah yang terbilang tinggi sebesar 4,2%.

Sementara itu, Bank Jateng sendiri tetap optimistis mampu mencapai target pertumbuhan kredit antara 13% - 14% sepanjang tahun ini.

Perseroan terbilang serius untuk turut serta dalam berbagai proyek infrastruktur pemerintah baik pusat maupun daerah.

“Penyaluran kredit kebanyakan masuk ke debitur melalui surat perintah kerja dari Pemda, semisal SPK dari Pemda kepada kontraktor proyek. Selanjutnya kontraktor ini akan meminta pendanaan dari Bank Jateng,” tutur Hanawijaya kepada Bisnis, di Jakarta, Kamis (6/9/2017).

Guna menekan laju peningkatan rasio kredit bermasalah, perseroan melakukan sejumlah langkah. Antara lain, memperkuat organisasi penagihan dan restrukturisasi kredit baik di tingkat pusat maupun di tingkat cabang.

Selain itu, Bank Jateng juga memperkuat monitoring pembayaran angsuran kredit nasabah secara sentralisasi. Dengan demikian, diharapkan kantor pusat dapat lebih dini mengetahui penyebab nasabah tidak membayar angsuran.

“Kami juga memperkuat administrasi dokumen-dokumen kredit dengan memonitor kelengkapan dokumen kredit dan dokumen jaminan kredit,” ujar Hanawijaya.

Terakhir, Bank Jateng juga lebih selektif dalam penyaluran pembiayaan. Perseroan melakukan sosialisasi yang lebih intensif terkait bidang-bidang usaha yang masih prospektif, netral serta yang harus dihindari.

Terkait penyaluran kredit Bank Jateng, total pembiayaan yang disalurkan dalam enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp39,14 triliun, tumbuh 18,33% secara year on year. Pertumbuhan kredit perseroan didominasi kredit usaha produktif yang terus meningkat.

Editor: Abraham Runga

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer