Dukung Peternakan Sapi Bima, NTB Butuh Tol Laut Angkutan Ternak

Oleh: Rivki Maulana 12 September 2017 | 17:19 WIB
Peternakan sapi/Bisnis-Reni Efita

Bisnis.com, JAKARTA - Potensi peternakan sapi di Bima, Nusa Tenggara Barat yang menjanjikan dinilai membutuhkan sarana angkutan yang memadai. Untuk itu, angkutan ternak dalam program Tol Laut dinilai tepat guna mengakomodasi peternakan sapi di Bima.

M. Junaidin, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Bima mengatakan saat ini pengiriman sapi masih menggunakan kapal pelayaran rakyat di mana kurang memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare.

Untuk diketahui, prinsip kesejahteraan hewan mencakup hewan harus terbebas dari rasa lapar dan haus. Selain itu hewan juga harus bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari sakit dan luka, bebas berprilaku liar alami serta bebas dari rasa takut dan stress. Penanganan hewan yang tidak memperhatikan prinsip ini bisa membuat bobot sapi susut 10%-30% saat tiba di tujuan.

Saat ini, setiap bulan volume pengiriman sapi dari Pelabuhan Bima mencapai 1.500 ekor. Sapi yang diangkut kapal di Pelabuhan Bima berasal dari beberapa kabupaten di Pulau Sumbawa, antara lain Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Adapun tujuan pengiriman didominasi Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

"Dengan adanya kapal ternak, sapi kan dikasih makan (di atas kapal). Satu ekor itu juga harus ada ruangan minimal 1,6 meter persegi untuk kenyamanan hewan," ujarnya kepada Bisnis.com di Bima, Minggu (10/9/2017).

Kendati berharap ada kapal ternak yang singgah di Bima, Junaidin menyebut kapal pelayaran rakyat tetap harus eksis. Dia menjelaskan, kapal ternak yang singgah di Bima tidak harus menampung seluruh pangsa angkutan ternak, tetapi menyisakam pangsa angkutan untuk kapal pelayaran rakyat dengan komposisi 70% berbanding 30%.

Plt Dirjen Perhubungan Laut, Bay M. Hasani mengatakan Bima berpotensi disinggahi kapal ternak. Pasalnya, armada kapal ternak milik pemerintah bakal bertambah lima kapal di mana saat ini kontruksi kapal ternak masih berjalan. "Bima bisa saja ada kapal ternak, sekarang kan baru ada satu, tahun 2018 ada lima lagi," terang Bay.

Saat ini, kapal angkutan ternak yang beroperasi baru menjangkau Nusa Tenggara Timur dengan armada KM Camara Nusantara. Kapal ini berlayar dua kali dalam sebulan dengan tujuan Kupang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, NTB sebetulnya memiliki populasi sapi lebih banyak dibandingkan dengan NTT. Pada 2016, populasi sapi potong di NTB mencapai 1,1 juta ekor, selisih 169.746 ekor dengan populasi di NTT sebesar 939.997 ekor. Populasi sapi potong terbesar tercatat di Jawa Timur sebanyak 4,53 juta atau 27% dari populasi sapi potong nasional.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer