PLN Bangun Kabel Bawah Tanah Rp300 Miliar di Madura

Oleh: Gemal AN Panggabean 13 September 2017 | 13:57 WIB
Pekerja menarik gulungan kabel listrik PLN/Antara-Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA-- PT PLN (Persero) membangun Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) atau kabel listrik bawah tanah 150 kilo Volt (kV) untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan listrik di Pulau Madura sekaligus menjaga kehandalan listrik.

Proyek kabel bawah tanah yang dibangun terdiri dari dua sirkit yakni sirkit 3 dan 4, bernilai Rp300 milyar rupiah dan diharapkan selesai pada Juni tahun 2018.

Kabel listrik ini membentang sepanjang 8,5 kilometer sirkit (kms) dari Kedinding, Surabaya hingga Tower di ujung jembatan Suramadu sisi Madura yang selanjutnya terhubung dengan jaringan transmisi 150 kV sebanyak 35 Tower menuju ke Gardu Induk (GI) Bangkalan, Madura.

Kebutuhan listrik di Madura saat ini sebesar 140 MW yang dipasok oleh kabel bawah tanah sirkit 1 & 2 dengan kemampuan sebesar 200 MW.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan beban dan menjaga kehandalan sistem di pulau Madura, pembangunan sirkit 3 & 4 menjadi salah satu solusi disamping rencana PLN membangun pembangkit di Madura.

Selain proyek kabel bawah tanah, pada kesempatan yang sama juga diresmikan beroperasinya Gardu Induk (GI) yang tersebar di Jawa Timur yakni GI Altaprima , GI Bambe, GIS Gunungsari, GI Jatigedong, GI Kraksaan, GI Gilitimur, GI Karangpilang).

"Proyek kabel bawah tanah dan Gardu Induk tersebar di Jawa Timur ini adalah bagian program 35.000 Megawatt yang sudah dicanangkan pemerintah pusat sebagai bentuk kerja nyata jajaran PLN untuk menerangi negeri," tutur Direktur PLN Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara Djoko Rahardjo Abumanan, melalui keterangannya, Rabu (13/9).

Djoko berharap dengan ketersediaan listrik yang cukup maka diharapkan dapat menarik minat para investor untuk membuka industri di Pulau Madura sehingga meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat Madura.

“Selain itu juga untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Pulau Madura yang saat ini masih rendah yaitu 66% dibandingkan dengan rata-rata Nasional sebesar ±91%,” pungkas Djoko.

Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur, menyatakan, masih ada kesenjangan antar kecamatan dan kelurahan, desa dan kota, juga pulau dan daratan.

"Data statistik menunjukkan, kemiskinan di pulau madura masih tinggi. Listrik ini akan mempercepat perbaikan kesejahteraan masyarakat madura," ungkapnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya