PLN Tambah Listrik 630 MW untuk Bekasi, Meikarta Sedang Dijajaki

Oleh: Gemal AN Panggabean 13 September 2017 | 17:35 WIB
Ilustrasi/Antara-Aji Styawan

Bisnis.com, BEKASI-- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menandatangani kontrak jual beli listrik bersama 31 pelanggan industri dengan kapasitas 630 megawatt di Bekasi. Sementara itu, PLN juga menjajaki kerja sama dengan Meikarta.

Penandatanganan tersebut terdiri dari dua kontrak. Pertama, Head of Agreement yang ditandatangani General Manager PLN Distribusi Jawa Barat Iwan Purwana dengan Direktur Utama Gunung Steel Group Endang Rasyid untuk penambahan daya 200 megawatt (MW).

Dari 200 MW ini terdiri atas penambahan daya untuk PT Gunung Rajapaksi dari 100 MW ke 200 MW dan PT Gunung Garuda untuk penambahan daya dari 115 MW menjadi 215 MW.

Hal ini menjadikan Gunung Steel Group sebagai pelanggan PLN terbesar se-Indonesia dengan total daya terpasang sebesar 415 MW atau setara dengan 1 unit pembangkit listrik tenaga uap skala menengah.

Kedua, sebanyak 29 pelanggan lainnya menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Listrik (SPJBTL) dengan PLN Area Bekasi untuk transaksi listrik dengan total 425 MW.

Pelanggan tersebut di antaranya PT Multi Strada Arah Sarana, PT Toyogiri, PT Mulia Keramik, PT Maxxis International.

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin mengatakan, program pembangunan pembangkit baru sebesar 35.000 MW perlu diserap dengan pembangunan industri dan bisnis baru di Indonesia.

"Untuk itu kami harapkan pengusaha untuk tak perlu merisaukan perihal ketersdiaan pasokan listrik,” ujar Amir kepada bisnis di Bekasi, Rabu (13/9).

Menurutnya, permintaan daya dari industri terus meningkat karena PLN menyediakan tarif listrik yang lebih murah daripada menggunakan genset.

PLN menjual listrik sekitar Rp1.200 per kilowatt hour (kWh) yang jauh lebih murah dari harga bahan bakar minyak untuk pembangkit dari mesin genset.

PLN juga menetapkan pelayanan khusus untuk pelanggan industri dengan menempatkan dua sumber listrik. Jadi, jika satu sumber listrik mengalami gangguan, maka satu sumber lagi akan diaktifkan. Selain itu, PLN menyiapkan daya cadangan sebesar 30% dari total kapasitas daya Jawa Barat yang mencapai 13.000 MW.

Sementara itu, PLN mencatat jumlah pelanggan baru di Bekasi bertambah 76.000 pelanggan dari Januari hingga Agustus 2017 yang ditopang permintaan industri dan pembangunan infrastruktur hunian seperti apartemen.

Amir mengatakan, jumlah pelanggan listrik di Bekasi mencapai 1.540.000 pelanggan. Jika dirata-ratakan, pertumbuhan pelanggan di kota tersebut mencapai 10.000 per bulan atau sekitar 300 pelanggan per hari.

"Pertumbuhan ini akan berlanjut dengan melihat pembangunan hunian dan industri di Bekasi."

Salah satu proyek pembangunan hunian terbesar, Apartemen Meikarta membutuhkan daya sekitar 200 MW, khusus untuk konstruksi.

PLN tengah menjajaki kerja sama dengan apartemen Lippo Grup tersebut. Namun, dia belum mengetahui berapa besaran daya listrik untuk operasional Meikarta saat beroperasi atau dihuni nantinya.

"Kita terus melakukan diskusi dengan pihak Meikarta. Kita belum tahu, maunya seperti apa. Mereka membutuhkan listrik sekitar 200 mw," jelas Amir.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya