BINAARTHA SECURITIES: IHSG Berpeluang Rebound Pasca Melemah Kemarin

Oleh: Mia Chitra Dinisari 14 September 2017 | 06:09 WIB
Siluet karyawan melintas di dekat logo IDX Indonesia Stock Exchange, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (13/9)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -Binaartha Secutities memprediksi IHSG berpotensi rebound dalam perdagangan hari ini pasca ditutup melemah kemarin.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG ditutup melemah 0.45% di level 5845.734 pada 13 September 2017. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 5830.536 dan 5815.399.

Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 5871.313 dan 5896.893. Berdasarkan indikator daily, MACD masih membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI masih berada di area netral.

Meskipun demikian, terdapat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya peluang rebound pada pergerakan indeks saham.

"Dengan demikian, IHSG berpotensi menguat, menuju ke area level resistance di antara 5871 dan 5897," tulisnya dalam riset

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

*ANTM, Daily (670) (RoE: -5.63%; PER: -16.33x; PBV: 0.92x; Beta: 0.52):* Terdapat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Selain itu, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger. “Akumulasi Beli” pada area level 660 – 670, dengan target harga secara bertahap di level 710, 755 dan 790. Support: 645.

*GGRM, Daily (65575) (RoE: 15.95%; PER: 20.04x; PBV: 3.24x; Beta: 0.57):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 65275 – 65575, dengan target harga secara bertahap di level 69050 dan 74200. Support: 63900.

*PPRO, Daily (206) (RoE: 6.76%; PER: 39.23x; PBV: 2.65x; Beta: N/A):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 202 – 206, dengan target harga secara bertahap secara bertahap di level 224, 256 dan 266.Support: 190.

*PTPP, Daily (2520) (RoE: 9.55%; PER: 13.86x; PBV: 1.32x; Beta: 1.5):* Adapun indikator RSI menunjukkan jenuh jual. Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy on Weakness” pada area level 2450 – 2500, dengan target harga secara bertahap di level 2750 dan 3000. Support: 2420.

*TLKM, Daily (4690) (RoE: 22.40%; PER: 19.61x; PBV: 4.39x; Beta: 0.9)* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola white opening bozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 4660 – 4690, dengan target harga secara bertahap di level 4730, 4870 dan 4970.

Support: 4650 & 4620.

*WTON, Daily (560) (RoE: 10.49%; PER: 17.95x; PBV: 1.88x; Beta: 1.99):* Saat ini, terdapat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 550 - 560, dengan target harga secara bertahap di level 600, 610, 630 dan 700. Support: 530

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya