Tahun 2016, Seluruh Aspek Indeks Demokrasi di Kaltim Menurun

Oleh: Muhamad Yamin 14 September 2017 | 14:37 WIB
Angkutan batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kaltim./REUTERS-Beawiharta

Bisnis.com, SAMARINDA--Pada 2016, seluruh aspek Indeks demokrasi di Kalimantan Timur mengalami penurunan. Aspek kebebasan sipil, lembaga demokrasi dan hak-hak politik mengalami penurunan masing-masing 14,82 poin, 3,63 poin dan 4,39 poin.

"Seluruh aspek indeks demokrasi di Kaltim turun. Ini yang menyebabkan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Kaltim tahun 2016 sebesar 73,64, turun 7,60 poin dibandingkan IDI Kaltim 2015 sebesar 81,24," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, M Habibullah, Kamis (14/9/2017).

Sehingga, kinerja demokrasi Kaltim ini turun dari kategori "baik" menjadi "sedang".

Adapun, pengumpulan data IDI terdiri dari 4 sumber data yaitu review surat kabar, review data seperti perda dan pergub, focus group discussion dan wawancara mendalam.

"Angka IDI 2016 merupakan indeks komposit yang disusun dari tiga nilai aspek yakni aspek kebebasan sipil, aspek hak-hak politik dan aspek lembaga demokrasi. Untuk capaian 2016 nilai indeks aspek-aspek tersebut sebesar 78,25, 78,35 dan 60,36," ujar M Habibullah.

Apabila dimakna secara kategori "baik", "sedang" dan "buruk". Indeks aspek kebebasan sipil yang sejak awal pengukuran 2009 di Kaltim sudah mencapai kategori "baik" turun menjadi "sedang".

"Sementara pada aspek hak-hak politik sejak 2009 hingga 2013 stabil pada kategori buruk. Perubahan signifikan terjadi di tahun 2014 dan 2015, aspek ini menembus kategori baik. Namun, di 2016, kembali menurun ke kategori sedang," kata M Habibullah.

Sementara itu, aspek lembaga demokrasi sejak tahun 2009-2012 merupakan aspek yang secara kategori stabil pada kategori "sedang". Namun, di tahun 2013, sempat terjadi penurunan signifikan menembus kategori "buruk". Dan di tahun 2014-2016, aspek ini meningkat kembali ke kategori "sedang".

"Selama kurun waktu 8 tahun IDI Kaltim dihitung, baru tiga tahun terakhir ini indeks hak-hak politik lebih tinggi dibandingkan aspek lembaga demokrasi," jelas M Habibullah.

Adapun, menurut indeks variabel IDI 2016, terdapat 8 variabel yang mengalami penurunan. Tiga diantaranya mengalami penurunan yang sangat berarti atau dua digit.

"Penurunan terbesar terjadi pada indeks variabel kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berkeyakinan, dan peran partai politik. Variabel kebebasan berkumpul dan berserikat turun dari kategori baik menjadi buruk masing-masing dari 93,07 pada 2015 menjadi 7,03 pada 2016," ujar M Habibullah.

Variabel yang juga turun secara signifikan adalah variabel peran partai politik dan kebebasan berkeyakinan yang masing-masing 12,00 dan 11,39 poin dibanding 2015.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer