ALAT BERAT : INTA Incar Penjualan Meningkat 60%

Oleh: Emanuel B. Caesario 14 September 2017 | 02:00 WIB
PT Intraco Penta Tbk./Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN — PT Intraco Penta Tbk. memperkirakan penjualan anak usaha di bidang alat berat PT Intraco Penta Prima Servis dapat mencapai Rp1,8 triliun pada tahun ini, atau naik 60% dibandingkan dengan tahun lalu Rp1,1 triliun.

Target tersebut belum mengikutsertakan potensi penjualan kedua produk baru yang akan tengah disiapkan perseroan. Adapun, produk-produk yang dijual saat ini adalah wheel loader, escavator, compactor, dan graider.

George Setiadi, Direktur Utama Intraco Penta Prima Servis (IPPS), optimistis target itu bisa tercapai, mengingat pertumbuhan penjualan pada semester pertama tahun ini saja sudah 66% secara tahunan.

Pihaknya tengah menambah dua varian produk alat berat baru pada tahun ini untuk mendongkrak target pertumbuhan berkelanjutan.

Dia mengatakan bahwa dua varian baru tersebut yakni articulated dump truck (ADT) kapasitas 60 ton dan rigid dump truck (RDT) kapasitas 120 ton dengan merek Volvo.

ADT dan RDT merupakan alat berat truk pengangkut material lepas, seperti pasir atau hasil tambang.

Perseroan sebelumnya sudah menjual produk ADT Volvo untuk kapasitas maksimal 40 ton dan kini mulai dengan 60 ton. Namun, untuk produk RDT, ini pertama kali emiten berkode saham INTA ini menjualnya.

Hal tersebut lantaran Volvo telah mengakuisisi produsen RDT merek Terex dan mengambil alih merek tersebut ke dalam Volvo. Pada April 2018, merek Terex pada RDT sepenuhnya akan dihapus dan menjadi Volvo.

George mengatakan, sejak Juni lalu perseroan sudah mulai menjual dua unit ADT 60 ton dan kini tengah menegosiasikan penjualan tujuh unit lagi. Sementara itu, RDT 120 ton baru mulai dipasarkan pada bulan ini, tetapi sudah mendapatkan pembeli potensial.

Harga dua produk tersebut kurang lebih sama, yakni sekitar Rp6 miliar per unit. Selama ini, penjualan rata-rata nasional untuk ADT sekitar 200 unit per tahun, sedangkan RDT sekitar 300 unit per tahun. Merek RDT yang selama ini beredar secara nasional baru dari Caterpillar dan Komatsu.

"Tahun lalu, khusus untuk anak perusahaan yang IPPS, pertumbuhan penjualan kami sekitar 40%. Tahun ini kami perkirakan bisa mencapai 60% dengan adanya penjualan produk baru serta kondisi bisnis batu bara yang membaik," katanya, Selasa (12/9).

Adapun, penjualan alat berat IPPS hingga Juli tahun ini sudah mencapai 319 unit, atau meningkat 60% dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun lalu 199 unit.

Penjualan terbesar hingga Juli tahun ini disumbangkan oleh merek Volvo yang mencapai 195 unit. IPPS menangani merek Volvo dan SDLG.

Editor: Riendy Astria

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer