Saham Apple Melemah, Wall Street Tetap Cetak Rekor

Oleh: Aprianto Cahyo Nugroho 14 September 2017 | 06:47 WIB
Bursa saham AS/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Wall Street menguat tipis ke rekor tertinggi pada perdagangan Rabu (13/9/2017) karena kenaikan saham diskresioner dan energi pelemahan saham Apple Inc.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 39,32 poin atau 0,18% ke 22.158,18, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 menguat 1,89 poin atau 0,08% ke 2.498,37, dan Nasdaq Composite naik 5,91 poin atau 0,09% ke 6.460,19.

Saham Apple melemah 0,8% karena kekhawatiran bahwa perusahaan yang baru meluncurkan iPhone X ini memasang harga terlalu mahal dan karena ketersediaannya molor hingga November, lebih lama dari perkiraan analis.

"Apple sampai batas tertentu adalah 'menjual berita'. Banyak harapan yang dibangun pada saham," kata Art Hogan, kepala analis pasar Wunderlich Securities, seperti dikutip Reuters.

Meskipun Apple melemah, ketiga indeks utama AS masih menguat dan bahkan ditutup pada level tertinggi, ditopang saham sektor consumer. Adapun sektor energi juga menguat setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan bahwa surplus minyak mentah global mulai menyusut.

Wall Street telah beberapa kali menembus rekor tahun ini, meskipun ada tekanan akibat gejolak di Gedung Putih, waktu kenaikan suku bunga AS, keraguan terhadap kemampuan Presiden Donald Trump untuk mendorong reformasi pro-bisnisnya, dan ketegangan mengenai konflik dengan Korea Utara.

Di antara saham yang bergerak, saham Target Corp naik 2,8% setelah peritel ini menyatakan akan mempekerjakan 100.000 pekerja pada musim liburan, 43% lebih banyak dari tahun lalu.

Sementara itu, saham Chevron Corp menguat 1,5% dan menjadi penopang indeks Dow Jones, sedangkan penguatan 1,7% saham Amazon.com Inc mendorong indeks Nasdaq.

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya