Penukaran Uang Logam : Bank Sentral Jembatani Retailer dan Masyarakat

Oleh: Nadya Kurnia 29 September 2017 | 17:39 WIB
Bisnis.com, BALIKPAPAN-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menjembatani penyaluran uang logam dari masyarakat ke pelaku usaha retail secara langsung untuk melancarkan arus peredaran uang logam. 
 
Sebelumnya, bank sentral telah berhasil menghimpun uang logam melalui kegiatan penukaran yang digelar di area terbuka. Dari kegiatan tersebut, bank sentral berhasil menghimpun uang logam sekitar Rp300 juta. Namun kali ini, bank sentral membentuk grup media sosial yang menghubungkan retailer dengan masyarakat. 
 
Grup tersebut bernama 'Balikpapan Besimpun Benggol', yang merupakan bahasa banjar dengan arti 'Balikpapan peduli uang koin'. Grup itu kini memiliki 426 anggota aktif. Selama sebulan terakhir, terdata sejumlah transaksi penukaran uang logam antara masyarakat dengan retailer skala besar dan kecil. 
 
"Berdasarkan data kami, sampai semester II kami sudah mengedarkan uang logam sebanyak Rp4 miliar, tapi yang kembali hanya Rp70 juta atau 2% saja," ujar Kpwk Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani, Jumat (29/9/2017). 
 
Sementara itu, retailer kota minyak terus meminta pasokan uang logam kepada bank sentral, padahal uang logam masih banyak disimpan oleh masyarakat. 
 
Sehingga, peredaran uang logam terhambat dan membuat permintaan uang logam dari kalangan retailer terus meningkat. Bahkan, beberapa retailer terpaksa memberdayakan agen untuk mencari uang logam demi memenuhi kebutuhan kas minimum uang logamnya. 
 
"Ini masih satu-satunya di Indonesia, kemarin saya sudah menerima pertanyaan apakah penukaran seperti ini tersedia di Banjarmasin. Mudah-mudahan bisa diadaptasi oleh kota lain," sambung Suharman. 
 
Menurutnya, masyarakat cenderung lebih memilih bertransaksi menggunakan uang kertas. Selain itu, masyarakat juga cenderung memilih uang logam bernomimal besar, sehingga uang logam nominal kecil seringkali dihimpun begitu saja. 
 
Lebih lanjut, Suharman menjelaskan pembentukan grup penukaran uang logam ini juga mempercepat peredaran dan penukaran. Umumnya, uang logam dari masyarakat akan dikembalikan ke bank sentral untuk diproses terlebih dahulu. 
 
"Dulu kan skemanya uang dari masyarakat masuk bank sentral dulu, kemudian kami salurkan ke bank umum, dan bank umum menyalurkan ke retailer. Tapi dengan grup penukaran ini, retailer bisa langsung mendapatkan uang logam dari masyarakat, lebih cepat," ungkapnya. 
 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya