DPK Bank Turun, Ini Penyebabnya

Oleh: Krizia Putri Kinanti 03 Oktober 2017 | 14:13 WIB
Wajib pajak berjalan menuju bilik tax amnesty di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (29/3)./Antara-Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Tren penurunan dana pihak ketiga perbankan diproyeksikan masih akan terjadi hingga akhir tahun ini, karena tidak ada lagi aliran dana dalam jumlah besar pascaselesainya masa berlaku kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. Glen Glenardi menuturkan, salah satu penyebab utama penurunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan adalah terhentinya aliran dana repatriasi yang masuk ke dalam sistem perbankan di Tanah Air. Oleh karena itu, ketika kebijakan tax amnesty berakhir pada Maret 2017, pemasukan dana dalam jumlah besar pun selesai.

“Terakhir dana repatriasi tersebut harus masuk pada Maret 2017. Jadi, penurunan pertumbuhan DPK yang sekarang adalah normalisasi pertumbuhan tanpa dana tax amnesty,” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (2/10).

Selain itu, menurut Glen, alasan lainnya adalah banyaknya penarikan dana masyarakat dari perbankan pada Agustus karena kebutuhan tinggi untuk keperluan biaya pendidikan, terutama memasuki masa awal perkuliahan.

Alasan selanjutnya adalah dampak penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang menyebabkan suku bunga simpanan menurun. Akibatnya, dana simpanan nasabah bergeser dari giro dan tabungan ke deposito yang cenderung memberikan imbal hasil sedikit lebih tinggi meskipun sama-sama berada dalam tren penurunan.

Selanjutnya, alasan lain penurunan dana simpanan masyarakat di perbankan adalah percepatan realisasi dana-dana pemerintah. Dana yang sebelumnya tersimpan di bank saat ini sudah mulai dicairkan untuk membiayai belanja pemerintah.

“Kami perkirakan pertumbuhan DPK sampai akhir tahun 2017 akan cenderung flat, relatif sama dengan tahun lalu, yaitu sekitar 8%-10%.”

Editor: Farodlilah Muqoddam

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer