BPJS KETENAGAKERJAAN KALBAR : 180 Notaris Ajak Pelaku Usaha Jadi Peserta

Oleh: Yanuarius Viodeogo 09 Oktober 2017 | 02:00 WIB
Ilustrasi

PONTIANAK – BPJS Ketenagakerjaan menggandeng 180 notaris se-Kalimantan Barat untuk mengajak para pelaku usaha yang mengurus izin berbisnis sekaligus mendaftar dalam kepesertaan program jaminan sosial tersebut.

Kacab BPJS Ketenagakerjaan Pontianak Adi Hendrata mengatakan, kerja sama dengan para notaris di Kalbar sebagai anggota kepesertaan itu sebagai tindak lanjut dari kesepakatan secara nasional antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI), belum lama ini di Jakarta.

“Setelah MoU itu, kami menggelar sosialisasi kepada para notaris Kalbar. Kami sampaikan kepada para notaris supaya mengarahkan para pelaku usaha yang sedang mengurus perizinan usaha mendaftarkan juga kepesertaannya,” kata Adi kepada Bisnis, Sabtu (7/10).

Dia mengatakan, satu notaris dalam mengurus perizinan para pelaku usaha seperti pendirian usaha atau CV, rerata memiliki 10—30 klien dalam 1 bulan. Jumlah itu, lanjutnya, diharapkan bisa menambah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari Kalbar.

Menurutnya, ada sebagian respon dari para notaris yang menyambut baik program tersebut ada pula yang berpendapat bahwa para pekerja notaris dalam satu kantor tidak banyak seperti para pekerja perusahaan.

Namun, dia meyakinkan kepada notaris bahwa para pekerja juga wajib dilindungi oleh jaminan sosial dari negara.

Saat ini, papar Adi, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kalbar sejak Januari—September 2017 telah mencapai 223.601 orang dengan target akhir tahun ini bisa teraup 235.601 peserta.

Adapun jumlah perusahaan yang sudah mendaftarkan tenaga kerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 4.597 perusahaan atau naik sekitar 15% dari tahun lalu. “Bahkan kami sudah melampaui target sebesar 111% perusahaan,” kata dia.

Di samping itu, Adi mengharapkan para notaris di daerah juga gencar mendorong pelaku usaha mendaftar sebagai peserta BPJS Ketangakerjaan.

Adi menyebutkan dari 180 notaris, 40 notaris berada di Kota Pontianak, sementara 50 notaris di Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah sisanya tersebar di 12 10 kabupaten/kota se-Kalbar.

“Kami punya lima kantor cabang untuk membantu masyarakat atau badan usaha yang belum mendaftar supaya tidak harus ke Pontianak. Ada di Putussibau, Sintang, Sanggau, Singkawang dan Ketapang,” ujarnya.

Kerja sama dengan INI, menurutnya, adalah salah satu kelanjutan kerja sama dengan sejumlah asosiasi profesi sebelumnya seperti Gabungan Pelaksanan Konstruksi Seluruh Indonesia (Gapensi), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi).

Editor: Abraham Runga

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer