Ada Inaportnet, Menhub Berharap Operasional Pelabuhan 24/7

Oleh: Yudi Supriyanto 10 Oktober 2017 | 20:11 WIB
Ada Inaportnet, Menhub Berharap Operasional Pelabuhan 24/7
Suasana bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/9/2017)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan berharap aktivitas pelabuhan dapat berlangsung selama 24 jam dalam 7 hari seiring dengan beroperasinya Inaportnet di 16 pelabuhan di seluruh Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan aplikasi Inaportnet dapat menyatukan semua stakeholder. Kondisi tersebut dapat membuat adanya penghematan baik dari segi waktu maupun sumber daya manusia.

“Seperti di Priok, tidak tahu kapan bisa terjadi, saya minta Sabtu - Minggu masuk. Tidak ada lagi Sabtu-Minggu itu libur. Nah, kita lagi menugaskan tim Priok dan [bersama] Bea Cukai untuk menginvetarisir apa yang harus dilakukan dengan adanya INSW [Indonesia National Single Window], Inaportnet keniscayaan untuk melakukan IT yang canggih dan buka 7 hari dalam sepekan bahkan 24 jam itu bisa terjadi,” ungkapnya.

Inaportnet merupakan sistem informasi layanan tunggal secara elektronik berbasis Internet untuk mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan yang standar dalam melayani kapal dan barang dari seluruh instansi terkait atau pemangku kepentingan di pelabuhan, termasuk sistem layanan badan usaha pelabuhan.

Menhub yakini produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok juga akan meningkat dengan adanya aktivitas pelabuhan pada Sabtu dan Minggu.

“Kalau Sabtu-Minggu tutup, itu berarti setiap minggu mengerem, terus harus persiapan lagi. Itu menyulitkan. Dengan itu dibuka, harapan saya produktivitas Priok meningkat. Ini akan diikuti pelabuhan-pelabuhan lain. Semua dengan IT harus bersiap buka di Sabtu dan Minggu,” kata Budi.

Dia menargetkan peningkatan produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok, sebagai contoh, dapat mencapai 20%-25% dalam satu tahun dengan adanya teknologi informasi.

Aplikasi Inaportnet yang sudah ada di 16 pelabuhan, lanjutnya, dapat membuat Interaksi di pelabuhan menjadi lebih baik karena penggunaan telepon genggam, fax, dan surel yang dilakukan selama ini relatif tidak baik.

“Banyak angle-angle yang bisa direkam di daerah yang bisa kita dapatkan dengan serta-merta di pusat. Dengan sistem ini kita harapkan koordinasi, data-data, kemudahan kepada pelanggan menjadi tujuan utama apa yang kita lakukan,” lanjutnya.

Ke-16 pelabuhan yang telah mengaplikasikan Inaportnet meliputi Pelabuhan Belawan, Palembang, Teluk Bayur, Panjang, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Makassar, Bitung, Ambon, Banten, Gresik, dan Pelabuhan Sorong.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya