Pantau Penumpang Gelap & Muatan Kapal, Pelni Bakal Terapkan Sistem Tiket Canggih di Bontang

Oleh: Nadya Kurnia 11 Oktober 2017 | 15:29 WIB
Direktur Utama PT Pelni Insan Purwarisya L Tobing (tengah) berbincang dengan Direktur Jasa Kurir PT Pos Indonesia, Agus F. Handoyo (kanan) dan Plt Direktur Utama PT SIER Fattah Hidayat saat meninjau ruang nahkoda kapal KM Kelud milik Pelni, seusai penandatangan kerja sama di Jakarta, Jumat (29/9)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, BALIKPAPAN - PT Pelni (Persero) Cabang Balikpapan mengemukakan sistem tiket Departure Control System berpotensi untuk diterapkan juga di Kota Bontang.

Saat ini, sistem DCS baru diterapkan di Pelabuhan Semayang. Perseroan membangun loket khusus untuk pengecekan tiket. Sistem tersebut terbukti mampu mencegah masuknya penumpang gelap, bahkan mengontrol muatan kapal.

Petugas akan memindai tiket yang dibawa penumpang untuk menyesuaikan identitas penumpang dan tanggal keberangkatan. Apabila cocok, petugas akan memberikan boarding pass.

"Sebenarnya pemasangan DCS tidak hanya berpatokan pada kepadatan arus keluar masuknya kapal dan penumpang. Tapi kami melihat dari sisi prioritas juga," tutur Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan Firman Rachimin, Rabu (11/10/2017).

Lantaran arus penumpang lebih padat di Pelabuhan Semayang Balikpapan, maka untuk saat ini perseroan menerapkan sistem DCS di kota minyak terlebih dahulu.

Sistem serupa juga berpotensi untuk diterapkan di Bontang, lanjut dia, mengingat jumlah keluar masuk kapal Pelni di Pelabuhan Loktuan juga bertambah dengan masuknya armada baru, yakni KM Egon.

Firman mengatakan jumlah armada Pelni yang melayani pelayaran di Kaltim mencapai lima kapal, dengan jumlah kunjungan kapal mencapai 30 call dalam sebulan.

"Balikpapan ada 22 call, sedangkan Bontang sekarang 8 call. Pelayarannya multiport, menyinggahi beberapa titik pelabuhan lainnya di Kaltara dan Kaltim,"

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer