PERKERETAAPIAN KALTIM : PT Kereta Api Borneo Susun Master Plan

Oleh: Muhamad Yamin 12 Oktober 2017 | 02:00 WIB
Pemudik Kereta Api (KA) Tegal Ekspres jurusan Jakarta-Tegal tiba di Stasiun Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (17/6)./Antara-Oky Lukmansyah

SAMARINDA -- PT Kereta Api Borneo tengah menyusun rencana induk atau master plan proyek kereta api di Kalimantan Timur.

Untuk menunjang program itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah memberi data pendukung potensi sumber daya alam yang dilewati rute kereta api ke perusahaan tersebut.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan pihaknya telah menyampaikan potensi angkutan batu bara yang ada di Kaltim termasuk potensi perkebunan dan potensi Hutan Tanaman Industri supaya bisa bersinergi dengan rel kereta api.

“Ini agar master plan kereta api di Kaltim segera dituntaskan,” katanya saat menghadiri rapat dengan jajaran PT Kereta Api Borneo (KAB) di Samarinda, Rabu (11/10)

Rapat itu langsung dipimpin oleh Direktur PT KAB Sergey Kuznetsov yang didampingi oleh Direktur Teknik Pelabuhan perusahaan itu. Proyek kereta api itu merupakan proyek strategis nasional yang mendapat prioritas pembangunan.

Dalam rapat tersebut, Pemprov Kaltim dan PT KAB mencapai kata sepakat untuk melakukan perbaikan yaitu administrasi perizinan, izin lokasi, masalah rute atau jalur kereta dan pembebasan lahan.

“Paling terpenting kami bahas tentang pembebasan lahan, tapi syukur, dari data yang ada, banyak lahan hutan produksi dan milik pemerintah yang dilewati. Hanya sedikit lahan milik masyarakat yang dibebaskan,” katanya.

Untuk mendukung proyek kereta api itu, Awang berkesimpulan perusahaan batu bara tidak boleh lagi membuat terminal-terminal khusus batu bara selain yang ada Perkasa Inakakerta di Bengalon Kutai Timur. Untuk perkebunan sawit hanya boleh melalui terminal di Pelabuhan Maloy Kutai Timur.

“Jadi mereka tidak boleh lagi mengangkut CPO melalui Berau, karena di Maloy segera dibangun tangki tambun,” tegasnya.

JANGKA PANJANG

Dengan perkembangan pesat Kawasan Ekonomi Khusus Maloy, dia mengharapkan jalur kereta api menjadi koneksi utama ke wilayah lain seperti ke Kabupaten Kutai Barat, Kutai Kartanegara bahkan sampai ke provinsi Kalimantan Tengah yang juga memiliki potensi batubara.

“Mereka [PT KAB] sejauh ini mengatakan tidak ada masalah secara teknis dengan teknologi yang dimilikinya. Kita belum tahu [realisasi pembangunan kereta api], karena saya masih menunggu master plan,” jelas Awang.

Menurutnya, pembangunan jalur kereta api merupakan proyek pembangunan jangka panjang. Dua rute kereta api yang dibangun yaitu dari Panajam Paser Utara ke Kutai Barat. Rute lainnya Perkasa Inakakerta Bengalon ke Maloy Kutai Timur dan sampai ke Tabang Kutai Kartanegara.

“Panjang rel kereta api ini masih dihitung. Saya yakin proyek ini terbangun karena lebih murah [mengangkut batu bara] daripada bangun jalan sendiri,” katanya.

Sebelumnya, manajemen PT KAB, anak usaha Russia Railways, tengah mempercepat persiapan pembangunan jalur KA di Kalimantan Timur.

Perusahaan itu juga bakal membangun kawasan industri yang terhubung dengan jalur kereta dan pelabuhan.

Direktur PT KAB Sergey Kuznetsov mengatakan perseroan telah mengantongi sejumlah izin penting dari otoritas yang berwenang, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dia menerangkan fase pertama pembangunan rel kereta api di Kaltim tengah dalam tahap persiapan lahan, mencakup survei enjinering, desain, dan persiapan pembangunan lainnya.

Pembangunan rel kereta api bakal menghindari hutan lindung demi menjaga kelestarian hutan Kaltim. Pembangunan jalan raya untuk keperluan pembangunan rel bakal diminimalisasi. (k26)

Editor: Hendra Wibawa

Berita Terkini Lainnya