Orangutan di Kukar Masuk Permukiman Warga

Oleh: Muhamad Yamin 19 Oktober 2017 | 20:57 WIB
Foto orangutan yang terekam ketika memasuki pemukiman warga Desa Sebulu Moderen Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Rabu (16/10/2017). Foto ini beredar di media sosial dan jadi perbincangan warganet

Bisnis.com, SAMARINDA - Dua hari terakhir ini, orangutan memasuki ke pemukiman warga di Desa Sebulu Moderen Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Rabu (16/10/2017).

Orangutan tersebut berkeliling di dermaga di desa itu, dan masuk kebun. Warga sekitar sempat memberi makan hewan dilindungi itu. Kemudian, orangutan kembali ke hutan.

Kejadian ini terekam dengan kamera dan menjadi perbincangan warganet. Dari komentar warga, orangutan itu harus diselamatkan dan meminta instansi pemerintah segera turun ke lapangan.

Adapula, warganet menilai rusaknya habitat, membuat orangutan itu masuk ke pemukiman. “Orangutan pasti bingung mencari makan, makanya masuk ke kebun dan desa,” kata Inez.

Warganet juga menghimbau orangutan jangan sampai disakiti tapi harus dilindungi. Dan, habitatnya di hutan mesti dijaga jangan sampai dirambah menjadi pertambangan, perkebunan besar dan penebangan pohon.

Sementara itu, Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Yaya Riyadin mengatakan habitat orangutan di Sebulu mencapai puluhan ribu hektar dan menyusut karena sudah di konversi untuk pemukiman, perkebunan sawit, ladang dan sawah, Hutan Tanaman Industri (HTI) dan tambang.

“Habitat orangutan di Sebulu ini makin sempit, pakan makin kurang, kawasan hutan sudah tidak terhubung antara yang satu dan yang lainnya, potensi pakan hanya ada di kebun masyarakat. Jadi, kira kira itu penyebabnya kenapa orangutan masuk ke Desa,” jelas Yaya Riyadin.

Menurut Yaya Riyadin, dari sisi prilaku, orangutan mulai memahami bahwa kalau di berkeliaran di kebun juga tidak akan di bunuh dan hanya paling dihalau.

“Jadi orangutan santai saja masuk kebun. Dan, orangutan ini memang warga asli di Kecamatan Sebulu Kabupaten Kukar. Ini karena, wilayah sebulu sampai Sungai Mahakam itu merupakan habitat asli otangutan,” katanya.

Kepolisian dari Polsek Sebulu tengah meminta bantuan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim untuk menangani kejadian ini. Petugas menghimbau, agar orangutan itu tidak diburu atau disakiti.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer