Smart City : Pemkot Samarinda akan Revitalisasi Citra Niaga

Oleh: Muhamad Yamin 06 November 2017 | 16:03 WIB
Smart City : Pemkot Samarinda akan Revitalisasi Citra Niaga
Smart City. /Bisnis.com

Bisnis.com, SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda akan revitalisasi kompleks Citra Niaga di Kelurahan Pasar Pagi Kecamatan Samarinda Kota, untuk dijadikan city walk. Revitalisasi ini salah satu bagian misi wujudkan ibukota provinsi Kaltim itu sebagai smart city.

“Dalam revitalisasi, nanti akan dibuat atap di tengah jalan agar pejalan kaki tidak terkena panas matahari. Dan, kendaraan juga tidak boleh masuk di jalan agar pejalan kaki lebih nyaman. Selain itu, kita akan buat lukisan 3 dimensi di jalan sebagai lokasi untuk selfie,” kata Dinas Komunikasi Informasi Samarinda, Aji Syarif Hidayatullau, Senin (6/11/2017).

Saat ini, terdapat 128 kios barang bekas atau loakan, 180 rumah toko (ruko) dan 270 kios atau lapak di kompeks Citra Niaga. Dana APBD akan difokuskan memperbaiki fasilitas umum di daerah tersebut.

Dikatakan Aji, pendanaan revitalisasi Citra Niaga yang berjaya di tahun 1989 dan pernah meraih penghargaan Aga Khan Award for Architecture,mencapai Rp 4 miliar. Nantinya, tidak semua revitalisasi dibiayai oleh APBD, tetapi mengikutsertakan para pedagang membiayai perbaikan kios masing-masing.

“Revitalisasi ini sangat mendesak. Jika tidak, maka Citra Niaga akan jadi tempat maksiat yang mencoreng citra Pemkot Samarinda,” kata Aji.

Selain revitalisasi Citra Niaga, untuk mendukung mewujudkan Samarinda Smart City, Pemkot meluncurkan Quick Win dengan aplikasi e-warga, e-kelurahan, website kelurahan dan antrian online.

“Bapak Walikota Samarinda ingin masyarakat jangan sampai dibuat susah. Dengan aplikasi antre online maka diharap tidak ada lagi antre-antre di kantor pemerintahan. Juga, aplikasi e-warga maka warga bisa mengurus semua urusan di Kelurahan melalui online,” kata Aji.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan jajaran pemerintahan yang dipimpinnya harus melakukan perubahan mengikuti perkembangan informasi teknologi. Untuk wujudkan smart city, kota Samarinda harus dibangun bersama dengan sumber daya manusia yang memadai.

“Namanya smart city itu kota yang pintar, kota yang cepat, kota yang efesien dan kota yang murah. Bagaimana kita menggerakan sumber yang ada sehingga berpikir semua cerdas, berpikir semua cepat, berpikir semua inovasi dan berpikir semua mudah,” kata Jaang.

Menurut Jaang, program smart city harus bisa diikuti seluruh stakeholder. Dan, bila ada sesuatu hal yang kurang bisa dilaksanakan untuk program itu. Maka, pemerintah perlu melibatkan pihak yang punya kompentensi untuk memecahkan suatu masalah, terutama di bidang informasi teknologi.

Kota Samarinda menjadi bagian 25 kota yang terpilih dari 100 kota di Indonesia yang dijadikan smart city oleh pemerintah pusat.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya