PILGUB JATIM 2018 : PAN Siapkan Poros Baru

Oleh: John Andhi Oktaveri 14 November 2017 | 02:00 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyampaikan keterangan kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/10)./ANTARA-M Agung Rajasa

JAKARTA — Partai Amanat Nasional mempertimbangkan untuk membuat poros politik baru menghadapi pemilihan kepala daerah di Provinsi Jawa Timur pada 2018. Peluang poros terbuka dengan memanfaatkan koalisi dengan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan bahwa komunikasi politik untuk menghadapi pemilihan kepala daerah serentak pada tahun depan masih terus dilakukan.

Bukan tidak mungkin, kata Zulkifli parpol yang saat ini belum mengusung calon gubernur, memilih untuk mengajukan calon wakil gubernur. “Saya kira satu hingga dua minggu bisa selesai,” katanya, di gedung parlemen, Senin (13/11).

Bahkan PAN akan berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk membahas peluang koalisi. Sebelumnya, kata Zulkifli, partainya pun telah bertemu Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah menjadi salah satu yang diusung sejumlah parpol untuk menghadapi Pilkada Jatim 2018. Parpol yang telah mengusung Khofifah yakni Partai Nasdem dan Partai Golkar.

Wakil Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Baidowi menyatakan, partainya akan mendukung Khofifah untuk maju pada Pilkada Jatim.

"Ada beberapa pertimbangan yang membulatkan tekad pengurus partai mengusung Khofifah sebagai bakal calon gubernur Provinsi Jawa Timur," katanya dalam keterangan pers, Minggu (12/11).

Selain karena dari sisi popularitas dan elektabilitas Khofifah tinggi di Jatim, Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu juga memiliki program yang jelas selama ini.

Khofifah, kata Awiek sapaan karib Ahmad Baidowi ini, juga sejak awal telah berkomunikasi intensif dengan PPP, bahkan menginginkan partai berlambang Ka'bah itu bisa memberikan rekomendasi pada dirinya untuk maju pada Pilkada Gubernur Provinsi Jawa Timur 2018.

"Hampir 99% pengurus DPP PPP setuju untuk merekomendasikan Khofifah maju pada Pilgub Jatim 2018," ujar Baidowi.

Pengamat politik dari Exposit Srategic Arif Susanto mengatakan maraknya partai politik mengusung calon yang bukan kadernya sendiri pada pilkada serentak 2018 sebagai lemahnya kaderisasi.

Seperti pada pilkada Jawa Timur, dua kandiat terkuat yaitu Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Khofifah indar Parawansa, menurutnya bukan kader partai. Keduanya kader ormas Islam dari Nahdlatul Ulama.

Hal itu pun terjadi di Jawa Barat. Golkar lebih memilih mencalonkan Ridwan Kamil. Seperti diketahui, Ridwan tidak dibesarkan partai manapun. Sedangkan kader Golkar sendiri, Dedi Mulyadi, tak dilirik partainya. Dedi bahkan kerap dikabarkan dekat dengan PDIP. (John A. Oktaveri)

Editor: Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer