PLN Kalbar Sederhanakan 508.483 Pelanggan

Oleh: Yanuarius Viodeogo 15 November 2017 | 14:25 WIB
PLN Kalbar Sederhanakan 508.483 Pelanggan
Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu perumahan/ Antara-M Agung Rajasa

Bisnis.com, PONTIANAK – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kalimantan Barat menyebutkan sebanyak 508.483 dari golongan pelanggan 900 VA, 1.300 VA dan 2.200 VA non subsidi yang akan menjadi Pengguna 4.400 VA apabila wacana penyederhanaan resmi berlaku seluruh Indonesia.

Plt Manager Hukum dan Humas PLN Wilayah Kalbar Dedy C Debuza mengatarakan, pelanggan tersebut terdiri dari untuk 900 VA non subsidi sebanyak 318.722 pelanggan, pengguna 1.300 sebanyak 155.453 pelanggan dan pengguna 2.200 VA ada 34.308 pelanggan.

“Kami masih menunggu petunjuk teknis karena masih dibahas jadi yang dihapus adalah daya bukan kenaikkan tarif. Tarif tetap baik subsidi dan non subsidi,” kata Dedy kepada Bisnis, Selasa (14/11).

Adapun, kata dia, harga tarif subsidi saat ini untuk dengan daya R1 450 VA senilai Rp415 per Kwh sementara daya R1 900 VA dikenakan tarif Rp586 Kwh.

Pelanggan dengan daya R1 900 VA non subsidi dikenakan tarif dasar listrik Rp1.352/Kwh, R1 1.300 VA sebesar Rp1.467/Kwh, pelanggan R2 daya 3.500 VA hingga 5.500 VA dikenakan harga sama dengan R1 1.300 VA juga.

Dedy merincikan jumlah pelanggan yang telah tersambung aliran listrik mencakup a.l; untuk pelanggan 450 VA subsidi sebanyak 337.315, pengguna 900 VA subsidi sebanyak 70.948 pelanggan, 900 VA non subsidi sebanyak 318.722 pengguna.

Adapun pelanggan dengan 3.500 VA-5.500 VA sebanyak 11.137 pengguna, pengguna 6.600 VA sebanyak 1.395 pelanggan. PLN juga mengaliri pelanggan industri yang menggunakan daya 900 Kva-2.200 Kva sebanyak 418 pengguna.

Untuk 200 Kva sebanyak 58 pelanggan, ada juga pengguna rumah sakit, puskesmas dan bangunan ibadah mencapai 20.771 pelanggan dengan daya variasi dari 200 VA-220 VA.

“Ada juga pelanggan pelayanan publik kantor pemerintahan dan jalan penerangan umum (JPU) yang mencapai 7.238. Papan iklan ada sebagian kategori JPU,” ujarnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya