Huwaei Mulai Lirik Pasar Kalimantan

Oleh: Fariz Fadillah 28 November 2017 | 00:03 WIB
Huawei/Reuters-Hannibal Hanschke

Bisnis.com, BALIKPAPAN--Produsen smartphone asal Tiongkok, Huawei rupanya mulai melirik pulau Kalimantan.

Mengacu potensi pasar yang ada, tak tanggung-tanggung target 5 persen market share di tahun depan dapat digaet. Untuk market share pada 2017 ini di Kalimantan mencapai 2 persen.

Guna memuluskan niatan itu gathering Huawei se-Kalimantan pun gencar dilakukan.

Di Balikpapan, sebanyak 200 dealer partner diajak untuk berkumpul di Ballroom Swiss Bell, Senin (27/11) malam.
Tujuannya untuk mengenalkan PT Hajusuna Indo Perkasa kepada dealer se-Kalimantan.

Di Tanah Borneo, PT GND Imperium Perkasa selaku distributor nasional Huawei Indonesia memercayakan PT Hajusuna Indo Perkasa untuk menjalankan bisnis ponsel yang menawarkan kecanggihan kamera itu.

Kepada awak media, Huawei mengklaim telah menduduki peringkat ketiga di dunia untuk penjualan produk smartphone.
Di mana pada beberapa bulan yang lalu angka penjualannya bahkan sempat melewati Apple.

Mereka berharap besar agar Indonesia khususnya Kalimantan, dapat menduduki peringkat yang sama yang telah dicapai di dunia.

"Dari 5 persen market share itu ditarget menjual 10 ribu unit smartphone per bulan dan itu butuh waktu serta langkah nyata untuk mendapatkan peringkat di Kalimantan," kata Loo King Seng, Sales Director PT Huawei Tech Indonesia, kepada Bisnis Indonesia, Senin (27/11/2017).

Dibutuhkan tim yang gesit dan fleksibel dalam memahami kebutuhan konsumen untuk mencapai target itu, begitu kata pria berkulit kuning langsat ini.

"Caranya dengan meningkatkan kepercayaan, pelayanan hingga kualitas dan kuantitas smartphone Huawei, tidak hanya jual SPG (sales promotion girl,red) saja," lanjutnya.

Sebagai upaya lain, dalam waktu dekat, dua kantor cabang baru di Kalimantan, yakni Banjarmasin, dan Pontianak akan segera di-launching.

Dua kantor itu untuk mendukung keberadaan 3 kantor cabang yang telah ada sebelumnya di Balikpapan. “Untuk memudahkan distribusi pusat dan menjalankan strategi pemasaran di daerah,” urainya.

Dalam kesempatan itu,Huawei  mengenalkan produk terbaru yakni NOVA 2i yang diyakini mampu merebut pasar di Kalimantan. Produk ini dilengkapi teknologi tampilan Huawei Full View Display dengan layar 5,9 inchi.

"Rasio screen to body sebesar 83 persen dan aspek rasio 18:9 yang impresif sehingga layar lebar lebih tajam dan jernih," beber Loo.

"Tahun ini konsentrasi kami mencapai partner yang tepat untuk membawa bisnis model yang baru karena distributor dengan gaya-gaya lama itu sudah mulai menurun. Lihat saja, merek-merek yang saat ini hidup yakni yang sale of oriented." jelasnya.
NOVA 2i dibanderol Rp 3,9 juta. Dengan harga yang kompetitif itu, pada 6 November lalu di Jakarta terjual 35 ribu unit. “Dengan rata-rata Rp 10 ribu unit per bulannya,” ujarnya.

Ia menerangkan, smartphone ini dilengkapi kamera ganda yang terletak di depan dengan resolusi 13 MP dan 2 MP serta dua kamera di belakang layar beresolusi 16 MP dan 2 MP.

"Kebutuhan konsumen saat ini adalah kamera untuk foto termasuk selfie. Sehingga banyak konsumen terperdaya dengan piksel yang besar, padahal itu ukuran saja, bukan kualitas," sebutnya dan diprediksi jumlah foto yang diambil dan diunggah ke media sosial mencapai 1 triliun.

"Kamera dalam smartphone itu menjadi fitur yang sangat penting dan kami mencari cara agar konsumen yang awam bisa menggunakan kamera foto layaknya profesional," ujar Loo.

Ia juga membocorkan jika NOVA 2i ditengarai dengan prosesor Kirin 659 8-inti dan RAM 4 GB serta ROM 64 GB.
Smartphone ini mampu mengunduh file sebesar 1 GB per detik dengan jaringan ultra fast 4,5 G LTE dan kapasitas baterai 3.340 mAh dapat bertahan lebih lama serta telah dilengkapi pemindai sidik jari.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya