50 Sekolah di Kalbar Dibekali Paham Cegah Karhutla

Oleh: Yanuarius Viodeogo 29 November 2017 | 14:52 WIB
50 Sekolah di Kalbar Dibekali Paham Cegah Karhutla
Asap mengepul dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Selasa (21/2)./Antara-FB Anggoro

Bisnis.com, PONTIANAK – Perkumpulan Pancur Kasih (PPK) menggandeng Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Satuan Kerja Perwalian Perubahan Iklim Indonesia mendekati 50 sekolah untuk sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan perubahan iklim.

Direktur PPK Matheus Pilin mengatakan, sekolah-sekolah tersebut tersebar di Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, Kubu Raya dan Ketapang dengan jenjang dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Guru bisa mengintegrasikan tema pencegahan dan penanggulangan karhutla kepada para anak didiknya. Lebih efektif jika kita sampaikan sosialisasi di sini, dari pada datang ceramah ke sekolah-sekolah,” kata Matheus, Rabu (29/11).

Kegiatan sosialisasi karhutla ini merupakan sebagian dari rangkaian perbaikan tata kelola hutan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sebelumnya telah didistribusikan sebanyak 47.580 bibit pohon tanaman hutan lokal kepada 494 kepala keluarga anggota dari 17 kelompok tani di Kubu Raya dan Ketapang.

Dia mengatakan, para tenaga pendidik sebelumnya sudah sangat antusias dengan materi pencegahan karhutla dan ingin mereka dilibatkan untuk memahami lebih dalam lagi tentang persoalan dan mengatasi karhutla.

Karhutla, menurutnya, tidak hanya soal kebakaran saja tetapi menyangkut ekosistem hutan terdiri dari flora dan faunanya beserta kehidupan sosial masyarakat sekitar hutan yang memiliki hubungan erat dengan setiap mata pelajaran di sekolah.

“Masyarakat punya hak konstitusi terhadap isu lingkungan sehat dan kedua pendidik punya peran edukasi kepada publik atau banyak pihak terhadap dampak kebakaran hutan terutama publik adalah anak didik,” ujarnya.

Matheus menyebutkan, pada 2016 terjadi sebanyak 1.576 titik hotspot dengan rerata 113 titik api tersebar di 13 kabupaten/kota tetapi terbanyak 226 titik di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya.

Dia menyebutkan sejak 1985-1997 Kalbar kehilangan lahan hutan seluas 2,2 juta Hektare salah satunya disumbang paling besar dari karhutla.

“Sementara lahan gambut terbakar itu sebanyak 184.180 Ha. Saya kira isu karhutla tida bisa dipisahkan dari kondisi nyata investasi perkebunan,” tuturnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya