BPJS Kesehatan Pakai Sistem Dropbox Gaet Peserta JKN-KIS

Oleh: Eldwin Sangga 01 Desember 2017 | 11:46 WIB
BPJS Kesehatan Pakai Sistem Dropbox Gaet Peserta JKN-KIS
Petugas beraktivitas di stan BPJS Kesehatan pada ajang Indonesia Business and Development Expo (IBDexpo) 2017 di Jakarta, Kamis (21/9)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, TARAKAN - Masyarakat dulu bilang, “Kalau daftar BPJS Kesehatan di kantor pasti lama, antre dan penuh.” Sekarang hal itu sudah bukan menjadi masalah. Pendaftaran kepesertaan JKN-KIS kini sangat mudah dan bisa dilakukan di mana saja.

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Titus Sri Hardianto mengungkapkan, selain melakukan pendaftaran di kantor cabang BPJS Kesehatan Tarakan, pendaftaran peserta JKN-KIS kini bisa dilakukan di luar Kantor BPJS Kesehatan dengan sistem dropbox.

“Jadi, peserta hanya tinggal melengkapi berkas pendaftaran dan memasukkannya ke dalam box yang terdapat di beberapa titik,” ujar Titus, Kamis (30/11/2017).

Kemudian, petugas akan mengambilnya secara berkala. Virtual account akan dikirim melalui email atau pun SMS. Lalu, kartu akan dikirim ke alamat peserta sesuai yang tertera dengan daftar isian peserta,” ungkap Titus.

Dia menyebut untuk di wilayah Kota Tarakan, dropbox terdapat di Kecamatan Tarakan Utara, Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Gunung Lingkas. Di wilayah Kabupaten Nunukan, dropbox bisa dijumpai di Kecamatan Nunukan Selatan, Puskesmas Sei Taiwan, Puskesmas Sei Nyamuk dan Kecamatan Krayan.

“Untuk Kabupaten Bulungan, terdapat Puskesmas Bunyu, Puskesmas Sekatak, Puskesmas Pimping dan Puskesmas Salimbatu,” tambah Titus.

Sementara itu, selain dropbox, ada juga sejumlah cara untuk melakukan pendaftaran di luar Kantor BPJS Kesehatan, salah satunya dengan melalui aplikasi Mobile JKN.

Berkaitan dengan mobile JKN, aplikasi besutan BPJS Kesehatan telah mengalami perkembangan yang sangat baik dengan tambahan sejumlah fitur yang akan mempermudah peserta untuk mengubah data dan mendapatkaninformasi seputar JKN-KIS.

“Aplikasi mobile JKN ini merupakan bentuk transformasi digital model bisnis BPJS Kesehatan yang semula berupa kegiatan administratif dilakukan di kantor cabang atau fasilitas kesehatan, ditransformasi ke dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan oleh peserta di mana saja dan kapan saja tanpa batasan waktu. Saat ini tercatat, pengguna aplikasi mobile JKN versi Android sebanyak 1 juta user dan versi iOS sebanyak 2 ribu user,” beber Titus.

Aplikasi mobile JKN direkomendasikan untuk telepon pintar yang menggunakan sistem android versi 4.0 ke atas dan sistem iOS 10. Setelah aplikasi itu terpasang, kata Titus, peserta harus melakukan registrasi pada menu yang tersedia pada aplikasi mobile JKN.

Setelah berhasil, peserta dapat masuk dalam aplikasi dan memanfaatkan semua fitur yang sudah tersedia.

“Aplikasi yang dapat dioperasikan melalui telepon pintar itu berisi banyak fitur yang berguna bagi peserta JKN-KIS. Untuk menggunakannya, pertama-tama pilih menu registrasi, kemudian isi setiap kolom yang tersedia sesuai dengan data peserta. Pastikan peserta punya satu surel (email) aktif, karena setelah semua kolom diisi, sistem secara otomatis akan mengirim nomor verifikasi ke email tersebut,” jelas Titus.

Setelah menerima nomor verifikasi melaui surel, aplikasi akan meminta peserta menulis nomor verifiasi tersebut. Kemudian, akan muncul keterangan apakah berhasil atau tidak dalam melakukan verifikasi. Jika tidak berhasil, hanya perlu mengisi alamat surel atau nomor BPJS Kesehatan dan kata sandi setiap kali masuk ke aplikasi.

Sampai pada Oktober 2017, kepesertaan JKN-KIS masyarakat Kabupaten Malinau sudah mencapai 99 persen. Hal ini merupakan seuatu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap suksesnya program JKN-KIS.

Dengan mudahnya akses yang kini bisa dinikmati oleh peserta JKN-KIS, diharapkan masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan Utara (Kaltara) seluruhnya bisa menjadi peserta JKN-KIS.

“Dan dibutuhkan dukungan dari berbagai sektor dan stakeholder untuk terus mendukung program JKN-KIS guna keberlangsungan program ini,” harap Titus.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya