Kelangkaan LPG 3 Kg: Pertamina Operasi Pasar Hingga Kamis (7/12/2017)

Oleh: Duwi Setiya Ariyanti 06 Desember 2017 | 08:41 WIB
Kelangkaan LPG 3 Kg: Pertamina Operasi Pasar Hingga Kamis (7/12/2017)
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Pertamina menambah pasokan LPG 3 kilogram guna mengatasi kelangkaan dengan menggelar operasi pasar yang rencananya berlangsung hingga Kamis (7/12/2017).

Dalam keterangan resminya, Selasa (5/12/2017), Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati mengatakan pihaknya telah melakukan operasi pasar sejak Senin (4/12/2017).

Pertamina menambah pasokan LPG 3 kg di sejumlah wilayah Marketing Operation III yang meliputi Jakarta, Jawa Barat dan Banten menyusul kelangkaan pasokan.

Operasi pasar yang dilakukan di sejumlah agen dan pangkalan resmi telah berjalan seperti di Bogor dan Depok pada Senin (4/12/2017) dan Selasa (5/12/2017). Menurutnya, operasi pasar akan dilakukan hingga Kamis (7/12/2017) untuk daerah-daerah yang belum tersentuh.

“Pertamina sudah melakukan operasi pasar sejak Senin (4/12) dan rencananya akan berlanjut sampai Kamis (7/12)," ujarnya.

Menurut Dian, pasokan yang disalurkan tak sama volumenya. Sebagai contoh, wilayah Kota Bogor, operasi pasar digelar di 25 titik dengan menyalurkan sekira 42% dibandingkan rata-rata penyaluran normal.

Selain itu, untuk Depok, pihaknya menyalurkan sekira 24% dibandingkan penyaluran normal. Wilayah lainnya seperti Priangan Timur yang mencakup Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran disalurkan hingga 60% dibandingkan kondisi normal.

Lalu, di DKI Jakarta dan sekitarnya hingga 46% dibandingkan penyaluran normal. Terakhir, Bandung, Cimahi, Sumedang dan sekitarnya juga mendapat penambahan pasokan hingga 50%.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak panik dan melakukan pembelian secara berlebih. Begitu pula dengan masyarakat yang masuk kategori mampu, dia menyebut agar menggunakan LPG nonsubsidi karena subsidi tersalur secara tepat.

Pasalnya, operasi pasar bertujuan bukan hanya menambah pasokan di masyarakat, namun juga sebagai upaya untuk menstabilkan harga.

Pada kesempatan operasi pasar, pihaknya menjual LPG 3 kg sesuai dengan harga eceran resmi di masing-masing daerah.

"Pertamina mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian LPG 3 kg secara berlebihan."

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Harya Adityawarman mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk mencari penyebab langkanya pasokan di sejumlah daerah.

Menurutnya, kelangkaan LPG yang masih disubsidi itu karena realisasi melampaui target yang ditetapkan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) setelah perubahan. Pada APBN 2017, kuota yang ditetapkan sebesar 7,1 juta ton. Namun, pada APBNP 2017 angkanya direvisi turun menjadi 6,2 juta ton.

Sebelumnya, pada APBNP, diusulkan agar kuotanya ditetapkan sebesar 6,5 juta ton. Namun, akhirnya yang disepakati dalam rapat penetapan asumsi makro di Badan Anggaran hanya 6,2 juta ton.

"Kemarin kemungkinan ada volume di APBNP turun, kota, kabupaten turunnya di APBNP 7 juta jadi 6,1 juta itu dibahas di Banggar kita usulkan 6,5-an," ujarnya usai menghadiri Rapat Kerja di Komisi VII, Selasa (5/12/2017) malam.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya