Petani Bawang Merah Balikpapan Sulit Tembus Pasar Tradisional

Oleh: Fariz Fadhillah 15 Desember 2017 | 01:05 WIB
Para pejabat Balikpapan dan petani setempat panen bawang merah di Gunung Bubukan, Balikpapan Timur, Kamis (14/12/2017)./Bisnis.com

Bisnis.com, BALIKPAPAN -  Melalui budi daya bibit bawang merah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, ditargetkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.

Pasokan ke Kota Minyak saat ini masih bertumpu pada daerah penghasil, yakni Jawa dan Sulawesi.

Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPKP) Balikpapan Yoesmianto menyebut  Balikpapan ditarget untuk swasembada bawang merah. Namun, dia belum dapat memperkirakan kapan itu terwujud.

“Masih jauh itu, pasokan sementara masih bergantung 100 persen dari luar,” jelasnya kepada Bisnis dalam Panen dan Peresmian Gudang Penangkaran Bawang Merah Klaster Binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, di Gunung Bubukan Balikpapan Timur, Kamis (14/12/2017).

Sebanyak 1 ton bawang merah varietas Bima asal Brebes disumbangkan Kantor Perwakilan Cabang (KPw) Balikpapan ke Kelompok Tani Hikma.

Dalam setahun terakhir, kata dia, kebutuhan Balikpapan akan bawang merah mencapai 800 ton dengan asumsi 5 kilo per kapita. “Dalam RPJM [rencana pembangunan jangka menengah] kita targetkan ketergantungan ini berkurang 50 persen,” jelasnya.

Keberadaan bibit unggul menjadi kendala lain. Untuk 1 hektare saja, petani mesti mengeluarkan Rp50 juta untuk membeli 1 ton bibit unggul.  Dia mengatakan analisa usaha tani perlu dipikirkan sejak jauh hari. 

“Kita akan bicarakan ini dan sinergi dengan stakeholder membantu pasarkan produk petani lokal,” kata Yoesmianto.

Petani lokal juga masih kesulitan untuk menembus pasar tradisional.  Bahar, perwakilan Kelompok Tani Hikma menyebutkan hasil panen yang dijual mesti melalui pedagang perantara ataupun pengecer. “Tidak dijual langsung, ada yang datang membeli, pengecer-pengecer dari luar.”

Mengenai produksi, Bahar mengaku tak mengalami banyak kendala. Umur panen bawang varietas ini 60 hari setelah tanam dengan perkiraan 10 ton per hektare. Sementara untuk proses pembibitan 60 hari sampai paling lama 3 bulan.

Bibit unggul Bima Brebes dirasa cocok untuk jenis tanah di Balikpapan berdasarkan observasi yang dilakukan badan penelitian tanah setempat.

Kepala KPw BI Balikpapan Suharman Tabrani menargetkan 1 ton bibit yang disumbangkan mampu menghasilkan 10 tom hingga 12 ton sekali panen.

"Ketika sudah berhasil meningkatkan produksi kemudian tentu mencari pasar, ini yang masih kita pikirkan," ucap Suharman.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya