Sulit Tembus Pasar, Bulog Siap Serap Bawang Merah Lokal

Oleh: Fariz Fadhillah 16 Desember 2017 | 18:15 WIB
Sulit Tembus Pasar, Bulog Siap Serap Bawang Merah Lokal
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendy saat meninjau hasil panen Kelompok Tani Hikma./Bisnis.com- Fariz Fadhillah

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Kepala Bulog Divre Kaltimra Muhammad Anwar menyebut pihaknya tengah giat mencari mitra petani terkait pembelian bawang merah.

“Pada prinsipnya kami siap menyerap bawang merah hasil produksi petani lokal di Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU),” jelasnya didampingi Kabid Komersial dan Pengembangan Bisnis, Kurniawan Wishnu Pratomo di Balikpapan kepada Bisnis Sabtu (16/12/2017).

Wacana mengemuka setelah Perum melihat hasil panen milik Kelompok Tani Hikma  di Gunung Bubukan, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kamis (14/12/2017) lalu cukup potensial.

Usai mengikuti Program Pengembangan Klaster Bawang Merah oleh Bank Indonesia, hasil panen di sana meningkat 21 ton dari semula 10 ton per hektare.

Harga acuan yang menjadi patokan Bulog melakukan pembelian, yakni Rp 15.000 (konde basah), Rp 18.300 (konde askip), dan Rp 22.500 (rogol askip). Sedangkan harga acuan penjualan ke konsumen sebesar Rp 32.000 sesuai Permendag 27/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Penjualan di Konsumen.

“Tapi saat ini pun tidak menyentuh titik itu (Rp32.000),” jelas Kurniawan.

Pantauan Bisnis pada Hargapangan.id dan sahabat.co,  rata rata harga bawang merah di pasaran saat ini tertinggi berkisar Rp 28 ribu.

“Bawang yang akan kami jual, nanti diusahakan untuk di bawah harga pasar, cukup untuk menutup biaya yang timbul sepanjang tidak merugikan perusahaan saja,” ujarnya,

Pembelian hasil tani penting untuk stabilisasi harga pasar. Pihaknya akan lebih dulu melakukan pembicaraan dengan petani, termasuk memastikan kualitas bawang merah lokal tidak di bawah normal.  

”Untuk bawang merah ini penanganannya tak sembarangan karena daya tahan hanya berkisar dari 4 hari – seminggu saja di gudang kami,” jelasnya.

Untuk menembus pasar, sambung dia, akan dimaksimalkan lewat program gerakan stabilitas pangan (GSP), yakni bazar yang berlangsung setiap Senin-Jumat tiap pekan sampai akhir 2017 di setiap wilayah kecamatan kota Balikpapan dan pada akhir pekan di Perum Bulog Divre Kaltimra.

Upaya lain mencari market, memanfaatkan jaringan rumah pangan kita (RPK) milik Bulog yang kini sudah tersebar di enam kecamatan yang jumlahnya telah mencapai 700 titik.

Diketahui produksi 21 ton bawang merah dilakukan hanya oleh satu dari tiga kelompok tani yang ada di Balikpapan. Dalam setahun petani dapat melakukan dua sampai tiga kali panen.

Terlebih, pascaprogram pengembangan klaster Bank Indonesia. Suplai 1 ton bibit unggul dari Brebes ke pada petani lokal diberikan dengan harapan bisa berlipat ganda sekaligus dibudidayakan menjadi bibit kembali.

Selain bibit,  para petani  juga sempat mengikuti pelatihan budidaya bawang merah di Brebes Jawa Tengah selama sepekan.

Ketua Kelompok Hikma Bahar optimistis produk lokal mampu memenuhi kebutuhan bawang merah Balikpapan yang saat ini sekitar 800 ton per tahun.

"Satu hektare dengan 10 petani ke depan  akan lebih banyak produksi, tentu akan butuh pasar yang lebih besar," ujarnya saat panen raya, beberapa waktu lalu.

 

 

 

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya