Japnas Kaltara Siap Kolaborasi Bisnis Lintas Provinsi

Oleh: Eldwin Sangga 20 Desember 2017 | 12:26 WIB
Japnas Kaltara Siap Kolaborasi Bisnis Lintas Provinsi
Ketua Umum Japnas Kaltara Akhid Ubaidillah/Bisnis.com-Eldwin Sangga

Bisnis.com, TARAKAN – Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) resmi hadir di provinsi termuda Kalimantan Utara (Kaltara) pada 18 Januari 2017.

Ketua Umum Japnas Kalimantan Utara (Kaltara) Akhid Ubaidillah menyampaikan, dia bersama pengurus Japnas Kaltara siap bersinergi dan berkolaborasi bisnis dengan pengusaha di provinsi lain. Artinya, kata dia, pihaknya tidak berdiri sendiri, namun memiliki sifat kolektif kolegial.

“Potensi apa yang ada di kami, bisa dibagikan dengan rekan-rekan pengusaha yang ada di provinsi lain,” ujarnya kepada Bisnis.

Dia menjelaskan, organisasi Japnas yang sedang dipimpinnya bersifat action group. Jadi, cara kerjanya lebih kepada melakukan atau membangun jaringan bisnis di daerah lain.

“Jadi kami soal acara-acara ceremonial itu kurang. Tapi kami lebih ke business to business,” urainya.

Namun, katanya langkah awal yang akan diambil adalah melakukan konsolidasi di internal. Karena, dari komposisi pengurus yang ada ini merupakan rekrutan dari setiap kabupaten kota di Kaltara.

Sementara, feed back yang akan dibangun, selain itu akan membuat suatu base untuk menampung usaha para pengusaha di Kaltara. Kemudian, katanya, ada skema bisnis yang ditawarkan di provinsi lain. Apakah Japnas Kaltara yang akan masuk berinvestasi ke sejumlah daerah atau malah Japnas daerah lain yang akan melakukan investasi di Kaltara.

“Mungkin kami melakukan kolaborasi dengan rekan pengusaha eksporting yang sudah maju di pusat atau provinsi lain,” katanya.

Dia mencontohkan, Chairman Blue Bird Bayu Priawan Djokosoetono, patut dicontoh dalam hal manajemen perusahaan. Lanjut dia menceritakan, setelah adanya Go-Jek, bisnis angkutan kota kian merosot.

“Nah, akhirnya Go-Jek bersama Blue Bird berkolaborasi. Artinya, dari bisnis yang sifatnya konvensional akhirnya menjadi kreatif dalam melakukan bisnis,” Katanya.

Dia mengajak, kepada seluruh pengusaha Indonesia secara khusus Japnas agar menjadi satu kesatuan mulai dari pusat hingga ke daerah. Tujuannya, agar terbentuk satu kekuatan untuk ber-trade dengan negara tetangga.

“Kami juga harus menyiapkan diri terkait investasi di KIPI Kaltara. Tidak akan menjadi penonton.”

Pemerintah, kata dia, akan tetap menjadi salah satu mitra Japnas. Artinya, pemrintah yang posisinya sebagai regulator atau pengambil kebijakan. Bahkan Japnas selalu mengambil bagian dalam mendukung pemerintah.

“Dengan cara, kami memperkuat diri. Karena, pengusaha lokal juga mempunyao daya saing,” jelasnya mengakhiri.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya