BPS : Angka Kemiskinan Tarakan Capai 5,17%

Oleh: Eldwin Sangga 20 Desember 2017 | 18:01 WIB
BPS : Angka Kemiskinan Tarakan Capai 5,17%
Narasumber pada kegiatan seminar pembangunan daerah di hotel Paradise, Rabu (20/12/2017)/Bisnis.com-Eldwin Sangga

Bisnis.com, TARAKAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan merilis sejumlah data mendekati penghabisan 2017. BPS menyebut angka kemiskinan Tarakan menduduki 5,17%.

Kepala BPS Tarakan Imam Sudarmaji mengatakan, angka kemiskinan yang mencapai 5,17% adalah data per tahun 2016. Sementara, data angka kemiskinan untuk 2017 belum dirilis.

"Sebentar lagi kami akan rilis. Tapi kami belum tahu apakah naik atau akan turun," ujar Imam kepada Bisnis di sela-sela kegiatan seminar pembangunan daerah di hotel Paradise, Rabu (20/12/2017).

Dia menceritakan, pada 2014 angka kemiskinan Tarakan sangat riskan. Mencapai angka 7,68%. Namun, melangkah ke tahun 2015, angka kemiskinan Tarakan terjun bebas di angka 5,11%.

"Dari tahun 2014 ke 2015 tutun 2%. Itu ada apa? Apakah ada program bombastis sehingga turun sampai 2%," ungkapnya.

Menurutnya, jika memang ada program bombastis pada tahun 2014 tidak dilanjutkan, kemungkinan grafis angka kemiskinan akan merangkak naik lagi untuk tahun berikutnya.

"Faktanya, tahun berikutnya (2015-2016) naiknya sedikit saja," jelasnya.

Dia mengkhawatirkan, ada program pemerintah yang pada tahun 2014 dilaksanakan, tapi terputus di tahun berikutnya. Karena, menurutnya, angka kemiskinan tidak serta merta akan turun begitu saja. Apalagi dalam waktu yang singkat.

"Kalau menurunkan secara drastis perlu tenaga yang besar dan kontinyu. Kalau tidak, akan kembali ke kurva alamiahnya," katanya.

Di lokasi yang sama, Wali Kota Tarakan Sofian Raga menambahkan, Kota Tarakan punya kekhususan dalam mengelola persoalan kemiskinan dan sektor-sektor lain.

"Semua sektor-sektor yang kami tangani bersifat dinamis, termasuk pengentasan kemiskinan," tuturnya.

Namun, Sofian berjanji akan terus menekan angka kemiskinan. Dia menyebutkan, salah satu visi kota dari 27 program strategis adalah mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu, dia akan terus membangun mesin ekonomi kota.

"Persoalan kemiskinan itu bukan hanya di pundak pemerintah. Saya ingin mengingatkan agar kita semua tidak miskin bersama," katanya.

Caranya, lanjut Sofian, dirinya sudah menginstruksikan agar dalam setahun diadakan job fair.

"Supaya orang itu punya pendapatan, jangan jadi miskin," tegasnya.

Kecuali, katanya, orang yang terbelenggu, orang yang tidak berdaya, itu akan diurus negara. Terlebih lagi, bagi orang yang masih kuat ototnya, pemikiran masih maksimal, jangan pernah berpikir untuk miskin.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya