Grafik IPM Tarakan Terus Merangkak Naik

Oleh: Eldwin Sangga 21 Desember 2017 | 17:52 WIB
Gerbang Tarakan. /Bisnis.com

Bisnis.com, TARAKAN - Tren pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tarakan terus tumbuh sehat. Pada 2016, IPM Tarakan tumbuh 0,18 poin menjadi 74,88%.

Sebelumnya, tahun 2015 IPM Tarakan berada di angka 74,70%.

Kepada Bisnis, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan Imam Sudarmaji mengatakan tren pertumbuhan IPM Tarakan sudah masuk pada taraf yang tinggi.

"Percuma kita melakukan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Apabila IPM nya dalam kondisi yang rendah," ujar Imam.

Menurutnya, apabila pertumbuhan ekonominya tinggi dan pertumbuhan IPM nya rendah, itu sama saja dalam masa penjajahan. Dia menyebutkan baiknya pertumbuhan ekonomi tinggi diikuti dengan pertumbuhan IPM yang tinggi juga.

"Itulah yang menjadi tujuan dalam pembangunan," ucapnya.

Dia menjelaskan, sejak 2010 IPM Tarakan berada di angka 70,95%. Kemudian, 2011 tumbuh 0,65 poin menjadi 71,60%. Tahun 2012 tumbuh 0,93 poin menjadi 72,53%. Tahun selanjutnya 2013 tumbuh 1,05 poin menjadi 73,58%.

Tahun 2014 tumbuh 1,02 poin menjadi 74,60%. Tahun 2015 tumbuh 0,10 poin menjadi 74,70%. Tahun terakhir 2016 tumbuh 0,18 poin menjadi 74,88%.

"IPM tidak bisa disulap dalam sehari atau dua hari," cetusnya.

Dia membeberkan IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yakni umu panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak.

Sementara, menurut data IPM 2016 angka harapan hidup Tarakan berada di angka 73,69 tahun. Rata-rata lama sekolah 9,92 tahun. Harapan lama sekolah 13,42 tahun. Pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan Rp10.715.000.

Sementata itu, keterbandingan IPM di Kaltara 2016 Tarakan berada di angka 74,88%, Malinau 70,15%, Bulungan 69,88%, Tana Tidung 65,64% dan Nunukan 64,35%.

"Kalau IPM Kaltara di tahun 2016 berada di angka 69,20%. Sementara angka harapan hidup saat lahir 72,43 tahun. Rata-rata lama sekolah 8,49 tahun. Harapan lama sekolah 12,59 tahun dan pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan Rp8.434.000," tuntas Imam.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer