Harga Tiket & Bahan Bakar Picu Inflasi Akhir 2017 di Balikpapan

Oleh: Fariz Fadhillah 02 Januari 2018 | 20:13 WIB
Ratusan pengunjung datang memenuhi KWPLH Balikpapan di kilometer 23 Balikpapan Utara untuk melihat maskot kota Balikpapan, Beruang madu/Fariz Fadhila

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Momen Natal dan pergantian tahun lalu tak berdampak banyak terhadap kenaikan harga-harga barang di Kota Minyak.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan melansir, angka inflasi pada Desember 2017 mencapai 1,41% (mtm) pada Desember 2017, meski lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -0,20% (mtm),

Dalam rilis resminya, bank sentral mencatat tekanan terbesar berasal dari kelompok administered price yang mencatatkan inflasi

sebesar 0,90%. Itu karena kenaikan harga tiket pesawat sebesar 0,87% dan bahan bakar RT (0,01%).

Sementara, kelompok Volatile Foods memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,44% (mtm), yaitu daging ayam ras (0,12%), sawi hijau (0,10%) dan layang (0,09%).

Dan, kelompok inti memberi andil inflasi yang tak terlalu signifikan, yaitu sebesar 0,06% (mtm) yang didorong oleh kenaikan harga roti basah (0,02%), soto (0,01%) dan biji nangka/kuniran (0,01%).

Adapun, secara tahunan, inflasi lHK tercatat sebesar 2,45% (yoy) atau masih pada level yang terkendali.

Di penghujung 2017 lalu, TPlD Balikpapan melakukan serangkaian upaya guna memberikan sentimen positif bagi inflasi.

Antara lain, bazar atau pasar murah oleh

Dinas Perdagangan Balikpapan, serta operasi pasar oleh Bulog Divre Kaltimra.

“Untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan makanan,” jelas Kepala KPw BI Balikpapan Suharman Tabrani, Selasa (2/1) sore.

Selain itu, panen bawang merah juga dilakukan di Kelurahan Teritip Balikpapan Timur oleh petani binaan KPw Bl Balikpapan untuk menunjang pasokan daerah.

Suharman juga mengatakan, program Sekolah Peduli Inflasi 2017 juga sedikit banyak memberikan ekspektasi positif pada pengendalian inflasi di komoditas cabai.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer