Inflasi Kaltim Tahun 2017 Terkendali

Oleh: Muhamad Yamin 03 Januari 2018 | 00:02 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, SAMARINDA - Sesuai pola historisnya, provinsi Kalimantan Timur mengalami inflasi sebesar 1,02% (mtm) pada bulan Desember 2017, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar -0,16% (mtm).

"Berdasarkan kota pembentuknya, kota Samarinda dan Balikpapan mengalami inflasi masing masing sebesar 0,73% (mtm) dan 1,41% (mtm)," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Muhammad Nur, Selasa (2/1/2018).

Lebih lanjut, Muhammad Nur menjelaskan secara tahunan inflasi pada kedua kota tersebut masing–masing sebesar 3,69% (yoy) dan 2,45% (yoy).

"Inflasi di bulan Desember 2017 ini disebabkan peningkatan indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 2,78% (mtm) serta kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 2,14% (mtm)," kata Nur.

Peningkatan indeks harga pada kelompok bahan makanan sejalan dengan pola musiman, pada periode akhir tahun kerap terjadi kenaikan harga yang disebabkan oleh peningkatan permintaan terhadap beberapa komoditas terkait perayaan Hari Besar Keagamaaan serta hari libur nasional pada bulan Desember.

"Secara keseluruhan tahun 2017, tingkat inflasi Kaltim tercatat sebesar 3,15% (yoy), lebih rendah dari angka inflasi tahun 2016 yakni 3,39% (yoy)," kata Nur.

Tingkat inflasi Kaltim tahun 2017 juga lebih rendah dibanding tingkat inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,61% (yoy), sekaligus menandakan bahwa tingkat inflasi Kaltim tahun 2017 berada di bawah target inflasi nasional yakni sebesar 4% + 1% (yoy).

"Sepanjang tahun 2017, tekanan inflasi terbesar berasal dari harga-harga yang diatur oleh pemerintah (administered prices) yang mengalami inflasi sebesar 8,35% (yoy)," jelas Nur.

Sedangkan tingkat inflasi inti (core inflation) tercatat sangat stabil yakni sebesar 2,46% (yoy). Di sisi lain, kelompok bahan makanan yang harganya berfluktuatif (volatile food) mencatatkan deflasi sebesar -0,34% (yoy).

Hal tersebut tercermin dari tren deflasi bulanan di Kaltim yang terjadi sejak bulan Agustus hingga November 2017.

Pencapaian inflasi Kaltim tahun 2017 yang terkendali tersebut merupakan hasil dari koordinasi yang baik antara pemerintah daerah melalui TPID, Bank Indonesia maupun stakeholders lainnya yang telah melakukan berbagai upaya serta program pengendalian inflasi.

"Bank Indonesia akan terus melaksanakan koordinasi yang baik dengan seluruh stakeholders di daerah dalam rangka menjaga kestabilan harga serta memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi komoditas," ujar Nur.

Bank Indonesia juga secara konsisten akan melakukan asesmen terkait perkembangan perekonomian dan inflasi Kaltim untuk menuju sasaran inflasi tahun 2018 sebesar 3,5+1% (yoy).

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya