Ekspor Kalimantan Barat November Terdongkrak 38,07%

Oleh: Yanuarius Viodeogo 04 Januari 2018 | 20:06 WIB
Ekspor Kalimantan Barat November Terdongkrak 38,07%
Pelabuhan Pontianak, pintu ekspor impor Kalimantan Barat./Setkab.go.id

Bisnis.com, PONTIANAK - Nilai impor Kalimantan Barat mengalami kenaikan pada November 2017 sebesar 38,07% dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau dari US$22,57 juta menjadi US$31,16 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar Pitono mengatakan jika ekspor mengalami kenaikan dari bulan ke bulan, sebaliknya nilai impor turun pada periode Januari-November 2017 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 25,06%.

“Pada Januari-November 2016 nilai impor US$322,56 juta sementara pada tahun ini US$241,74 juta,” kata Pitono, Kamis (4/1/2017).

Adapun, kategori golongan barang penyumbang impor ke Kalbar pada November 2017 yakni mesin-mesin atau pesawat mencapai US$10,74 juta, bahan bakar mineral US$6,65 juta.

Berikutnya, kapal laut dan bangunan terapung mencapai US$5,20 juta, mesin atau peralatan listrik sebanyak US$2,02 juta, besi dan baja sebesar US$1,36 juta, plastik dan barang dari plastik sebanyak US$1,06 juta.

 

Perabot, penerangan rumah sebesar US$0,93 juta, biji-bijian berminyak sebanyak US$0,76 juta, benda-benda dari besi dan baja sebanyak US$0,66 juta dan pupuk sebanyak US$0,49 juta.

Gubernur Kaltara Efisiensikan Anggaran di 2018
 
Bisnis.com, TANJUNG SELOR – Gubernur Irianto Lambrie mengatakan, bakal melakukan efisiensi alias rasionalisasi anggaran yang diprediksi sebesar 20% hingga 30% untuk meningkatkan pembangunan prioritas tahun 2018.
 
Irianto menegaskan akan melakukan rasionalisasi APBD 2018, yang telah ditetapkan akhir tahun kemarin sebesar Rp3,1 triliun. Sebagaimana tujuan dari rasionalisasi tersebut untuk mengarahkan fokus anggaran yang ada pada kepentingan jangka panjang masyarakat Kaltara. 
 
“Yang diefisiensi mulai dari perjalanan dinas, honor-honor, belanja pegawai hingga hal-hal yang belum prioritas. Misalnya bangun sesuatu yang belum dibutuhkan akan kita revisi. Tapi kalau itu memang kita butuhkan, kita akan biayai,” ujarnya. 
 
Ia menjelaskan, hasil dari rasionalisasi anggaran bisa digunakan untuk pembangunan gedung perkantoran dan kebutuhan warga Kaltara. Apalagi sejauh ini, perkantoran di lingkup Pemprov Kaltara sebagian besar masih pinjam pakai hingga ngontrak. 
 
“Dan uang itu nanti kita gunakan untuk kepentingan masyarakat. Saya minta dibagikan untuk perbaikan rumah orang miskin, juga bangun fasilitas kantor yang kita butuhkan,” ungkapnya.
 
Selain itu, terkait bantuan keuangan dari pusat, menindaklanjuti evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri, Irianto mengatakan daerah harus mengikuti prosedur yang ada. Bagi kabupaten/kota yang hendak mendapatkan bantuan keuangan, harus membuat proposal dan studi perencanaan terkait penggunaan bantuan tersebut. 
 
“Bantuan keuangan harus ada studi perencanaan dulu dari kabupatennya. Kalau dia mau bangun jalan, misalnya, ada studi perencanaan dan prosposalnya, baru diusulkan resmi kemudian kita cek. Nanti itu juga bakal audit,” tegasnya. 
 
Sementara itu, Irianto berharap kinerja pegawai tahun ini bisa lebih baik. Mengacu pada hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya., kedisiplinan kerja dan komitmen untuk berbuat harus ditingkatkan agar pembangunan di Kaltara bisa lebih baik. “Kita harus lebih baik lagi dari tahun sebelumnya,” pungkasnya. 

 

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya