PENGEBORAN BLOK MIGAS : Pertamina Bidik 55 Sumur di Mahakam

Oleh: Surya Rianto 04 Januari 2018 | 02:00 WIB
PENGEBORAN BLOK MIGAS : Pertamina Bidik 55 Sumur di Mahakam
Blok Mahakam. /Nadya Kurnia-Bisnis.com

JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menargetkan untuk mengebor 55 sumur di Blok Mahakam sepanjang tahun ini sehingga tingkat produksi minyak dan gas bumi di blok yang berlokasi di Kalimantan Timur itu bisa terjaga.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan bahwa sepanjang 2017, perseroan telah mengebor 14 sumur di Blok Mahakam.

“Lalu, pada tahun ini, kami mengusulkan bisa sebanyak 55 sumur. Jadi, total bisa 69 sumur. Kalau dilihat 55 dibagi 12 bulan, berarti dalam sebulan bisa empat atau lima sumur,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (3/1).

Potensi produksi minyak atau kondensat di Blok Mahakam bisa mencapai 52.000 barel per hari (bph). Blok Mahakam diperkirakan masih memiliki cadnagan minyak sebesar 105 juta barel dan 4,9 triliun kaki kubik gas.

Dalam proses pengelolaan Blok Mahakam itu, Pertamina pun tengah mencari mitra. Namun, Adiatma mengaku bahwa perseroan belum mengambil keputusan dalam memilih perusahaan yang akan menjadi mitra dalam mengelola blok migas lepas pantai tersebut.

Pertamina membutuhkan mitra kerja untuk mengurangi risiko yang terjadi di lapangan. “Mencari mitra dalam bisnis migas itu hal biasa. Jadi, kami bersama mitra bisa memitigasi potensi risiko yang ada seperti ada kemacetan dan sebagainya. Termasuk dalam menggelontorkan investasi juga,” ujar Adiatma.

Kendati belum menentukan mitra, Adiatma menyebutkan, Pertamina akan tetap menjalankan produksi migas di blok Mahakam. “Kami akan jalan terus, sambil menunggu keputusan siapa mitranya.”

Sementara itu, target produksi gas bumi dari Blok Mahakam pada 2018 sebesar 916 juta kaki kubik per hari turun hingga 32,65% dibandingkan dengan realisasi per November 2017.

Target produksi gas bumi Blok Mahakam itu mengacu pada rencana kerja dan anggaran yang diajukan oleh Pertamina sebagai operator baru blok migas lepas pantai di Kalimantan Timur tersebut.

Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), rerata harian produksi gas dari Blok Mahakam per November 2017 mencapai 1.360 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd) dan kondensat 52.000 bph.

Target produksi kondensat di Blok Mahakam pada tahun ini hanya 42.000 bph, lebih rendah dari realisasi selama 2017.

Target produksi minyak dan gas bumi pada tahun ini dicapai melalui pengeboran 69 sumur pengembangan, pengeboran ulang 132 sumur, 5.623 perbaikan sumur serta pengajuan rencana pengembangan lanjutan atas lima lapangan migas di Blok Mahakam.

Sebelumnya, Pertamina menargetkan produksi gas sebesar 1.100 MMscfd dan kondensat 48.000 bph.

Dari sisi kegiatan, Pertamina sebelumnya berencana melakukan pengeboran 55 sumur pengembangan, 125 kegiatan kerja ulang, dan perawatan 5.500 sumur. (Surya Rianto)

Editor: Sepudin Zuhri

Berita Terkini Lainnya