Alokasi Dana Desa di Bali Berkurang Rp6 Miliar

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 04 Januari 2018 | 20:44 WIB
Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali./Youtube

Kabar24.com, DENPASAR-- Alokasi dana desa di Bali turun sebesar Rp6 miliar menjadi Rp531 miliar lantaran alokasi dana dari pusat yang berubah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Bali Ketut Lihadnyana mengatakan walaupun ada penurunan namun jika dilihat per kabupaten, jumlah dana desa tidak sepenuhnya dipangkas. Masing-masing kabupaten ada yang dana desanya yang turun ada juga yang justru naik. Hal ini tergantung kondisi wilayah, jumlah penduduk, hingga tingkat kemajuan desa.

Adapun alokasi dana desa yang turun dilihat dari Kabupaten/Kota yakni Denpasar dari Rp28 miliar menjadi Rp25 miliar, Bangli dari Rp55 miliar menjadi Rp52 miliar, Gianyar dari Rp55 miliar menjadi Rp51 miliar, Klungkung dari Rp44 miliar menjadi Rp41 miliar.

Sementara, kabupaten yang dana desanya naik yakni Karangasem dari Rp63 miliar menjadi Rp64 miliar, Tabanan dari Rp40 miliar menjadi Rp42 miliar, Jembrana dari Rp36 miliar menjadi Rp39 miliar, Buleleng dari Rp105 miliar menjadi Rp106 miliar.

"Jumlah ini disesuaikan dengan kondisi geografis, jumlah penduduk, hingga kemajuan desa," sebutnya, Kamis (4/1/2018).

Menurutnya pula, walaupun alokasi dana desa untuk Bali menurun, namun kualitas programnya tidak boleh menurun juga. Masyarakat Bali diminta tetap mengefektifkan dana ini untuk program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi.

"Justru kita dorong lebih efektif lagi karena semua variable yang digunakan harus sesuai dengan aturan," katanya.

Sementara, pada 2017 lalu rata-rata masing-masing desa di Bali memperoleh bantuan sebesar Rp840 juta. Adapun wilayah dengan dana desa tertinggi yakni yang berada di Denpasar dengan nilai mencapai Rp1 miliar.

"Kota denpasar bisa Rp1 miliar karena jumlah desa hanya 27 desa dengan penduduk paling banyak nomor dua di Bali setelah Buleleng," sebutnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya