Beras Medium di Kaltimra Naik, Bulog Intervensi Pasar

Oleh: Fariz Fadhillah 09 Januari 2018 | 16:17 WIB

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Meski tak signifikan, harga beras kualitas medium di kalangan pengecer menunjukan tren kenaikan. Adapun harga termurah beras kualitas medium di Kota Minyak saat ini berkisar Rp 11ribu.

Kondisi ini memaksa Badan Urusan Logistik atau Bulog Divisi Regional Kaltim-Kaltara turun tangan. Pagi tadi, Selasa (9/1), operasi pasar perdana digelar. Menyasar di dua pasar utama di Balikpapan, yakni Klandasan dan Pandan Sari.

Tampak hadir perwakilan pejabat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim, Dinas Pasar dan Bagian Perekonomian Pemkot Balikpapan.

Meminjam data perum, adapun kebutuhan beras per hari untuk wilayah Kaltimra mencapai 50-100 ton. Di Balikpapan, Bulog menyediakan tiga kendaraan berisi 15 ton beras medium pada operasi pasar perdana.

"Ya rata rata per hari kami akan sediakan segitu. Pasokan di sini mayoritas dari gudang Bulog di Sulawesi," ujar Kepala Perum Bulog Divre Kaltimra Anwar ditemui Bisnis di sela operasi.

Sebagai gambaran, operasi pasar digelar demi mengembalikan harga beras medium di kisaran semula, yakni Rp 9.850 per kilogram atau harga eceran tertinggi atau HET.

Operasi ini akan dilaksanakan serentak hingga 31 Maret 2018 mendatang di empat unit kerja Bulog Divre Kaltimra, yakni Balikpapan, Tarakan, Tana Grogot, dan Berau, terkecuali Samarinda karena sedang perawatan beras atau difumigasi.

"Jika sudah selesai Samarinda segera menyusul, perawatan berkisar 14 hari," jelasnya.

Pria asli Sulsel ini tak menampik adanya kenaikan bersumber dari gejolak harga bahan pokok yang terjadi pada momen tahun baru dan natal 2017 silam.

Serupa dengan pantauan di Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan saat ini harga besar di pasaran berkisar Rp 11 ribu.

"Ini alasan kami menggelar operasi untuk menekan harga di bawah HET dan menjamin ketersedian pasokan," jelasnya.

"Pada prinsipnya semakin jarang operasi pasar digelar akan semakin bagus," jelasnya saat ditanya target pelaksanaan operasi pasar pada 2018.

Pantauan media ini, selain menjual beras secara langsung ke para pedagang atau pengecer, distributor sekaligus konsumen, pihak Bulog juga memasang sejumlah spanduk berisi himbauan ke pedagang untuk menjual sesuai HET.

Di lain sisi, operasi perdana di 2018 ini juga merupakan instruksi pemerintah pusat mengacu Penerapan Permendag RI nomor 31/ 2018 yang baru saja lahir pada 5 Januari 2018 kemarin.

Sebagainana diketahui, untuk mengawal kebijakan ini pihaknya juga telah meminta bantuan dari jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim.

"Sebagai bagian dari Satgas pangan kami akan mengawal kebijakan ini untuk mencegah adanya tindak penyimpangan," jelas Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana dihubungi media ini.

Kepada masyarakat Ade meminta joka mengetahui adanya penyimpangan dan perbuatan melanggar hukum agar segera melapor ke pihaknya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya