DANA PIHAK KETIGA : Bunga Giro Masih Fluktuatif

Oleh: Dini Hariyanti 10 Januari 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA—Cukup besarnya dominasi dana giro yang ditempatkan oleh pemerintah daerah di bank-bank pembangunan daerah membuat suku bunga giro masih berfluktuasi, meskipun suku bunga tabungan dan deposito terus menurun.

Porsi dana giro terhadap total dana pihak ketiga (DPK) bank-bank daerah per akhir Oktober 2017 tercatat sebesar 33,46%. Padahal, pada akhir Desember 2016, porsi giro telah menyusut menjadi 26,90% dari posisi pada Desember 2015 yakni 30,94% terhadap total DPK.

Direktur Operasional PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) Hanawijaya mengatakan bank-bank daerah memang masih mengandalkan dana pemerintah daerah sebagai salah satu sumber dana pihak ketiga, meskipun porsinya terus berkurang. Sebagian besar dana pemda ditempatkan dalam bentuk giro.

Suku bunga giro hingga saat ini masih fluktuatif karena sangat dipengaruhi oleh hasil negosiasi antara bank dengan pemda. Ketika likuiditas mengetat, suku bunga yang diminta oleh pemda cenderung naik.

“Karena kami mengelola dana pemda yang porsi terbesarnya ada di giro. Suku bunga pemda memang fluktuatif karena ini tergantung juga kepada hasil negosiasi dengan pemda,” tutur Hanawijaya kepada Bisnis, Selasa (9/1).

Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) Eddie Rizliyanto menuturkan, secara umum tren suku bunga DPK bank daerah terus menurun, sebagaimana tren yang terjadi di industri perbankan secara keseluruhan.

Meskipun suku bunga giro masih berfluktuasi, namun Eddie mengklaim suku bunga tabungan dan deposito terus menurun.

“Khusus untuk deposito yang counter rate suku bunganya sudah di bawah 6% sedangkan kalau yang special rate lebih tinggi dari itu. Deposan kami unik,” tuturnya saat dihubungi Bisnis.

Pada tahun ini, imbuh dia, Bank Sumut akan terus memantau perkembangan suku bunga acuan BI 7 days Reverse Repo Rate maupun suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Adapun, situasi luar negeri yang juga diwaspadai adalah kebijakan The Fed.

Eddie menuturkan, sekarang memang bank-bank daerah lebih mudah menghimpun simpanan giro. Tapi, sejalan dengan program transformasi maka bank pembangunan daerah ke depan trennya akan terus memperbesar penghimpunan tabungan.

Eddie yang juga menjabat Sekjen Asosiasi Bank Daerah menuturkan, porsi giro di bank daerah juga terus berfluktuasi sepanjang tahun namun pada akhir tahun biasanya porsinya menyusut.

“Kalau masalah giro naik ya memang kalau ada pelimpahan anggaran pemda dari pemerintah pusat kan anggaran jadi naik maka giro naik. Pasalnya, semua dana pemda kan disimpan di BPD,” katanya.

//DAYA TAWAR//

Ekonom Eric Sugandi mengatakan, porsi giro milik pemda di bank daerah masih akan cukup besar karena dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah daerah maupun BUMD.

Karena digunakan untuk kebutuhan operasional, perputaran dana giro tersebut lebih cepat dibandingkan dengan dana yang ditempatkan dalam bentuk tabungan maupun deposito. Karakteristik khusus produk ini adalah pergerakan suku bunganya lebih fluktuatif dibandingkan dengan tabungan dan deposito berjangka.

Adapun, tabungan dan deposito digunakan nasabah untuk memperoleh interest, sehingga biasanya dana ini diinapkan lebih lama ketimbang giro.

“Oleh karena itu, BPD lebih punya bargaining position terhadap nasabah deposito dan tabungan dibandingkan giro,” ucapnya.

Eric berpendapat, secara umum perkembangan suku bunga DPK pada bank pembangunan daerah tetaplah mengikuti arah kebijakan moneter Bank Indonesia. Dengan kata lain, sampai sekarang terus memasuki tren penurunan.

Namun, imbuhnya, karakteristik simpanan giro memang untuk penempatan dana operasional nasabah, baik itu pemda, BUMD, maupun korporasi swasta. Artinya,

“Jadi kalau untuk BPD arah perkembangan suku bunganya lebih bergantung kepada kebutuhan likuiditas masing-masing BPD,” kata Eric.

Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis OJK menunjukkan suku bunga giro rupiah BPD per Oktober tahun lalu berada pada level 2,53%. Sementara itu, suku bunga tabungan 1,81% sedangkan deposito berjangka 1 bulan sebesar 6,63%.

Editor: Farodlilah Muqoddam

Berita Terkini Lainnya