Mendag: Operasi Pasar Sudah Sasar 2.500 Titik

Oleh: Rayful Mudassir 12 Januari 2018 | 00:20 WIB
Pedagang menyusun karung berisi beras di pasar tradisional, Gondangdia, Jakarta, Rabu (10/1)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukina mengatakan operasi pasar menstabilkan harga beras medium telah dilakukan hingga 2.500 titik di seluruh Indonesia.

“Sudah lebih 2.500 titik di lokasi yang kenaikan harga beras medium meningkat tajam dan pedagang pasar itu wajib jual eks Bulog,” kata Mendag saat konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Kamis (11/1/2018) malam.

Pihaknya juga mewanti-wanti pedagang yang enggan menjual beras dari Bulog di bawah harga eceran tertinggi (HET) tersebut. Dia mengatakan jika ada pedagang yang menolak menjual beras eks Bulog, diduga turut menikmari keuntungan berlebihan semata.

“Menjual di bawah HET beras eks Bulog, pedagang juga mendapat margin cukup. Karena bukan mustahil kenaikan juga dilakukan sampai ke tingkat pedagang,” ujarnya.

Sejak awal tahun hingga 8 Januari 2018, tercatat beras bulog yang telah digelontorkan ke pasar mencapai 32.908 ton. Namun setelah melihat harga yang tidak kunjung stabil, pemerintah melalui Bulog melebarkan titik sebaran dan jumlah beras. Setiap hari diperkirakan beras yang disalurkan mencapai 13.000 ton.

Menurutnya, saat harga beras mengalami kenaikan, sejumlah kemungkinan bisa saja terjadi, namun pemerintah melakukan upaya spekulatif menstabilkan harga beras medium yang mengalami kelangkaan. “Dengan demikian masyarakat ada pilihan tersedia beras yang terjangkau,” tukas Mendag.

Editor: Linda Teti Silitonga

Berita Terkini Lainnya