EKONOMI RI: Ekspor & Wisata Diyakini Kerek Pertumbuhan

Oleh: Rayful Mudassir 12 Januari 2018 | 02:00 WIB
Terminal Peti Kemas Semarang./.TPKS.co.id

JAKARTA– Sektor perdagangan dan pariwisata diyakini dapat menopang pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, sejalan dengan pembenahan sejumlah infrastruktur di dalam negeri.

Duta Investasi Presiden RI untuk Jepang Rachmat Gobel mengatakan untuk meningkatkan ekspor, pemerintah mesti melakukan kerja sama dengan sejumlah negara.

Demikian pula upaya memajukan sektor pariwisata yang bisa ditopang dengan beberapa program pembangunan infrastruktur, termasuk soal ketersediaan listrik.

“Bagaimana caranya kita bisa memanfaatkan program ini [ekspor dan pariwisata] untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Rachmat Gobel dalam diskusi Membangun Strategi Kebijakan untuk Memperkuat Struktur Perekonomian Menuju Pertumbuhan 7%-8% per Tahun: Bagaimana Potensi dan Peluang Pelaku UKM & UMKM, Kamis (11/1).

Rachmat Gobel juga sempat menyinggung tentang efisiensi produksi yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi terkini, antara lain kalangan industri yang menggunakan tenaga robot untuk menciptakan efisiensi dan menjaga standar produk yang diinginkan.

“Kita harus ikuti teknologi, kalau tidak ikuti teknologi kita tidak akan bisa menghasilkan produksi yang lebih baik,” kata Rachmat Gobel yang juga Presiden Komisaris Grup PT Panasonic Gobel Indonesia.

Selama ini perusahaan industri Panasonic Gobel Indonesia yang dipimpinnya menggunakan pekerja dan teknologi robotik secara berimbang. Pasalnya, ujar dia, ada sejumlah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh robot.

Misalnya, ujar dia, untuk memproduksi kebutuhan baterai harus sepenuhnya menggunakan tenaga robot. Pasalnya untuk menghasilkan 3.000 hingga 5.000 baterai tidak dapat dilakukan oleh manusia, di samping bahan baku untuk produksi tersebut berbahan kimia.

“Tapi kalau pompa air, bisa menggunakan tenaga manusia dan robotik. Ini dilakukan untuk jaga standar,” ujarnya.

Dia mengemukakan saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran angka 5%. Tahun ini pertumbuhan tersebut ditargetkan mencapai 5,4%.

Rachmat Gobel meyakini, pembangunan sejumlah infrastruktur yang telah dilakukan oleh pemerintahan beberapa tahun terakhir, dapat mendorong pertumbuhan.

Untuk mengerek angka pertumbuhan ekonomi, Rachmat Gobel mengemukakan seluruh lapisan masyarakat agar ikut mendukung pemerintah.

Dia meyakini pertumbuhan bisa terkerek, sejalan dengan ketercukupan sumber daya alam di dalam negeri.

Menurutnya, Indonesia selama ini terkendala dengan kurang memaksimalkan potensi yang ada sebagai kekuatan pertumbuhan ekonomi. Namun hal ini dinilai menjadi tantangan bersama untuk mampu membangun pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat. (Rayful Mudassir)

Sumber : Bisnis Indonesia (12/1/2018)

Editor: Linda Teti Silitonga

Berita Terkini Lainnya