IHSG Diprediksi Naik 10% Tahun Ini, Berikut Alasannya!

Oleh: Hafiyyan 14 Januari 2018 | 17:45 WIB
Pengunjung melintas di gedung Bursa efek Indonesia Jakarta, Kamis (11/1)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan diperkirakan meningkat 10,14% year on year (yoy) pada 2018 menuju 7.000 seiring dengan meningkatnya valuasi saham-saham small-mid cap.

Head of Research BCA Sekuritas Pandu Anugrah menyampaikan, pada 2017 IHSG tumbuh solid menuju 6.355,65 karena dorongan 20 saham emiten berkapitalisasi paling besar. Fenomena ini membuat gap valuasi yang lebih luas dengan saham-saham small-mid cap.

"Ini mungkin terjadi karena pertumbuhan pendapatan 20 emiten itu lebih tinggi dibandingkan yang lain, ditambah dengan strategi investasi yang pasif," paparnya dalam riset, dikutip Minggu (14/1/2018).

Pada 2018, saham-saham big cap masih akan mengalami peningkatan. Namun, investor juga akan melihat pertumbuhan pendapatan dan laba untuk mempertimbangkan fundamental perusahaan.

Setelah mengalami pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi pada 2017, tahun ini emiten big cap diperkirakan tidak mengalami peningkatan pemasukan setinggi perusahaan small-mid cap. Oleh karena itu, saham-saham emiten berkapitalisasi kecil-menengah berpotensi menanjak lebih kuat.

Menurut Pandu, ada sejumlah faktor yang menjadi perhatian utama dalam memengaruhi IHSG pada 2018, yakni prospek peningkatan daya beli masyarakat, perbaikan ekonomi Indonesia, dan memanasnya harga minyak global.

Dalam jangka pendek, ada beberapa katalis positif yang menjadi perhatian, yaitu data ekonomi bulanan, pengumuman kinerja keuangan emiten sepanjang 2017 dan kuartal I/2018, serta dampak program uang tunai untuk pekerja (cash for work).

BCA Sekuritas memberikan rekomendasi 10 saham pilihan 2018. Di kelas big cap, saham--saham tersebut ialah BBRI (target harga Rp3.800), ICBP (Rp10.500), GGRM (Rp95.000), dan UNTR (Rp41.000).

Sementara itu, momentum peningkatan pertumbuhan pendapatan akan mendongrak sejumlah saham small-mid cap seperti EXCL (target harga Rp4.100), LPPF (Rp13.400), MEDC (Rp1.250), SCMA (Rp2.550), dan WOOD (Rp350).

Editor: Riendy Astria

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer