Buyung Poetra (HOKI) Siap Bangun Pabrik di Sumsel

Oleh: Novita Sari Simamora 14 Januari 2018 | 19:10 WIB
Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada Tbk (BPS) Sukarto Buyung (dari kiri) bersama Komisaris Utama Jonathan Jochanan, dan Senior Vice Presiden Corporate Finance PT RHB Securities Indonesia Bernandus Sumarco, meninjau aktivitas Penawaran Umum Saham Perdana BPS , di Jakarta, Kamis (15/6)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten beras, PT Buyung Poetra Sembada Tbk. berencana membangun pabrik beras baru di Sumatra Selatan pada semester II/2018.

Investor Relations BUyung Poetra Sembada F. Dion Surijata mengungkapkan lokasi pabrik masih dalam proses pencarian. Menurutnya, investor yang digelontorkan dalam pembangunan pabrik baru sekitar Rp100 miliar.

Saat ini, emiten bersandi saham HOKI memiliki dua pabrik, yakni di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas 30 ton/jam dan di Cipinang, Jakarta, 5 ton/jam. Dion memproyeksikan, kapasitas pabrik beras di Sumatra Selatan sebanyak 30 ton/ jam.

"Kami lagi mencari lokasi di Sumatra Selatan. Semoga pertengah tahun ini bisa mulai. Kami akan pakai dana internal dan pinjaman bank," ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Sabtu (13/1/2018).

Hingga September 2017, nilai kas dan bank mencapai Rp2,55 miliar. Adapun utang bank jangka pendek per September 2017 Rp35,77 miliar, turun dari posisi Rp116,52 miliar dari 2016. Nilai ekuitas HOKI hingga September 2017 mencapai Rp531,71 miliar.

Terkait pembatasan harga eceran tertinggi (HET), kata Dion, belum terjadi peningkatan permintaan beras premium meskipun telah ada penurunan harga. Dia mengungkapkan, margin bersih HOKI pun telah turun dari dua digit menjadi satu digit.

Pada 2018, HOKI memproyeksikan raihan pertumbuhan laba dan pendapatan sekitar 11%--12%. Dia menceritakan, sejak ada aturan harga eceran tertinggi (HET) pada beras premium maka margin bersih yang dimiliki menjadi kurang dari 10% dan margin kotor sekitar 13%--15%.

Strategi yang dilakukan perusahan beras ini yakni meningkatkan margin dengan mencari bahan pokok dengan harga yang bersaing. Kini HOKI memperoleh pasokan gabah dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Selatan dan Sulawesi Selatan.

Sebagai informasi, dalam laporan keuangan September 2017, penjualan HOKI tercatat Rp900 miliar, meningkat 10,29% dibandingkan periode yang sama 2016 Rp816 miliar. Sementara itu, laba bersih tumbuh 24% dari Rp29 miliar menjadi Rp36 miliar.

Sebagai pembanding, pada kuartal pertama 2017, penjualan perseroan tumbuh 72,2% yoy, sementara laba bersih tumbuh 94% year on year.

Editor: Riendy Astria

Berita Terkini Lainnya