Bandara APT Pranoto Beroperasi, Maswings & Malindo Siap Terbangi Kaltim?

Oleh: Fariz Fadhillah 18 Januari 2018 | 18:05 WIB
Bandara APT Pranoto Beroperasi, Maswings & Malindo Siap Terbangi Kaltim?
Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek/youtube

Bisnis.com, SAMARINDA– Kalimantan Timur tengah menjajaki kerja sama bidang transportasi udara dengan Malaysia dan Singapura.

Kerjasama akan mulai dilakukan dengan Malaysia melalui konsulat Indonesia di Kuching.

Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri akan diundang hadir dalam pameran Asia's International Infrastructure Development Exibition and Conference 23-25 Januari 2018 di Borneo Convention Centere, Kuching, Serawak Malaysia.

Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Ia mengatakan kerjasama dimaksud adalah penerbangan langsung dari Kuching- Samarinda, maupun Samarinda–Singapura.

Semuanya direncanakan melalui Bandara APT Pranoto yang ditarget rampung April 2018 ini. Sedangkan, untuk penerbangan domestik, sambungnya, akan disesuaikan dengan potensi pasar.

"Setelah pengoperasian APT Pranoto Samarinda, diharapkan ada kerja sama untuk jalur udara Samarinda-Singapura dan Samarinda-Kuching, Serawak,” jelasnya belum lama ini.

Adanya penambahan rute membuat peluang kerja sama dengan maskapai penerbangan milik Malaysia terbuka lebar.

“Maswings bisa dihidupkan kembali termasuk Malindo. Dengan tangan terbuka kami siap menerima Maswings masuk kembali ke Kaltim," harap Awang.

Terkait ini Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong dihubungi awak media ini masih akan mengecek lebih jauh perihal kerja sama ini.

Sementara itu di Negeri Jiran, mantan Bupati Kutim itu akan memaparkan berbagai objek wisata yang dimiliki Kaltim.

Sebut saja, Pulau Derawan, Maratua dan Pulau Sangalaki di Berau. Wisata budaya di Samarinda, dan Tenggarong. Arum jeram di Kutai Barat, dan Mahakam Ulu. Tak ketinggalan, Karst Mangkalihat dengan tapak tangan peninggalan zaman purba yang mendunia, di Kutai Timur.

Diketahui pihaknya tengah giat membangun kawasan industri. Sejumlah kawasan disebutkannya masih memerlukan sokongan investasi.

“Malaysia jangan hanya investasi sawit saja. Kawasan industri di KEK Maloy Kutai Timur, Kawasan Industri Buluminung PPU dan KIK Balikpapan serta Bontang masih perlu dukungan,” sebutnya.

Awang optimistis jika jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 km akan memberikan nilai tambah bagi Kaltim untuk menjadi Ibu Kota menggantikan Jakarta.

“Kami target jalan tol beroperasi Desember ini,” ujarnya.

Sebelumnya PT Jasa Marga Tbk. (Persero) melaporkan hingga awal bulan ini, proyek pembangunan jalan tol yang dibagi menjadi lima seksi ini sudah mencapai 46,704%. Sedangkan dalam sektor pembebasan lahan, sudah mencapai 96,68%.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya