Sambut Pilkada Kaltim, Polisi Bontang Bentuk Tim Cyber

Oleh: Fariz Fadhillah 18 Januari 2018 | 19:13 WIB
simulasi pencoblosan pemungutan suara pemilihan bupati dan wakil bupati serta pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Penajam Paser Utara/ Humas Polres PPU

Bisnis.com, BONTANG- Kepolisian Bontang siap bersikap netral dan tidak berpihak dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim tahun ini.

“Kami siap mengamankan Pilkada kali ini. Kami telah bentuk tim cyber untuk memonitor perkembangan pilkada dan isu politik melalui media sosial,“ jelas Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono, Kamis (18/1).

Pelatihan Cyber Troops sempat digelar jajaran Polres Bontang untuk aktif melakukan pemantauan media sosial melalui jaringan.

“Beberapa anggota kami sudah mendapatkan pelatihan dan kemampuan dalam bidang IT untuk melakukan cyber patrol, jadi jangan coba-coba,” ujarnya.

Dirinya meminta masyarakat untuk berhati–hati terhadap konten yang diunggah dan dibagikan atau disebarkan.

Pihaknya tak segan menindak pelaku peradaran ujaran kebencian dan black campaign sesuai UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Dulu hanya yang mengunggah pertama yang kena, sekarang yang membagikan pun akan ikut kena,” sambungnya.

Sesuai perintah Kapolri wajib hukumnya setiap polisi bersikap betral, tak boleh memihak kepada salah satu partai atau pasangan calon.

“Termasuk tidak boleh berfoto dengan pasangan calon dan kegiatan lain yang dapat mencederai netralitas Polri,” ungkap mantan Kapolres Mempawah, Polda Kalbar ini.

Selain membentuk tim siber pihaknya turut gencar melakukan pengamanan kepada kantor KPUD selama 1×24 jam selama masa pilkada.

“Adanya anggota kami maka anggota KPUD bisa bekerja dengan baik,” jelasnya.

Pada perkembangan lain, Kepolisian Penajam Paser Utara (PPU) gelar simulasi pencoblosan pemungutan suara pemilihan bupati dan wakil bupati serta pemilihan gubernur dan wakil gubernur, kemarin (17/1). Wakapolres Kompol Nina Ike Herawati mennyebut, sebanyak 300 personel akan disiapkan untuk pengamanan TPS. Simulasi bagian dari pengamanan TPS.

“Pengamanan akan dibagi sesuai dengan tingkat kerawanan. Umumnya satu personel untuk dua TPS,” jelasnya dihubungi, siang tadi.

Pihaknya akan membagi pengamanan sesuai tingkat kerawanan. Untuk rawan tingkat pertama akan dikawal satu personel, tingkat kedua sebanyak dua personel, serta tingkat tiga sebanyak tiga polisi.

“Untuk titik TPS yang rawan masih kami petakan bersama pihak KPUD,” jelasnya.

Nina mengatakan simulasi sudah digelar sebanyak dua kali. Hadir pula pihak Kejaksaan Negeri Penajam dan Panwaslu KPUD guna memberi sosialisasi.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya