Kaltim Pacu Penyelesaian Sejumlah Bendungan

Oleh: Fariz Fadhillah 21 Januari 2018 | 17:27 WIB
Kaltim Pacu Penyelesaian Sejumlah Bendungan
Bendungan/Bisnis-Feri K.

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Pemprov Kaltim tengah memacu percepatan pembangunan dan penyelesaian proyek bendungan di beberapa daerah.

Waduk Teritip di Balikpapan misalnya. Dibangun 2014 lalu, kini sudah dalam tahap pengisian (impounding). Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan ada beberapa waduk atau bendungan yang sedang dibangun dan akan dibangun, termasuk di Teritip.

“Tahun ini ditargetkan ada beberapa bendungan yang selesai pengerjaannya. Ini penting terutama dalam mendukung Kaltim sebagai sentra pangan nasional,” jelasnya, dikutip dari laman resmi Pemprov, Sabtu (20/1).

Mengutip siaran pers Kementerian PUPR, Bendungan tersebut memiliki luas genangan 94,80 hektar dengan kapasitas 2,43 juta meter kubik.

Selain untuk air baku (PDAM) bendungan juga digunakan untuk mengairi lahan pertanian sekitarnya. Kementerian menargetkan bendungan di sebelah timur Kota Minyak ini mulai beroperasi 2018.

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono mengatakan, bendungan akan menambah pasokan air baku sebesar 250 liter per detik dari saat ini sebesar 1.000 liter per detik yang dipasok dari Bendungan Manggar. Adapun kebutuhan air baku mencapai 1.600 liter per detik.

Guna mendukung pemanfaatan bendungan tersebut, pada tahun ini juga tengah dilaksanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teritip di lahan seluas 5 hektare yang akan rampung pada 2018.

Bendungan memiliki dua pompa, satu pompa sebagai pompa cadangan. Air dari bendungan dialirkan menggunakan pompa ke PDAM tersebut.

Selain berasal dari Bendungan Teritip sebesar 250 liter/detik, air baku bagi IPA Teritip juga akan dipasok dari embung Aji Raden sebesar 150 liter/detik

Gubernur juga mengatakan ada tiga bendungan lain yang ditarget rampung dibangun tahun ini. Antara lain Bendungan Marangkayu oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

Bendungan di Kutai Kartanegara ini akan memiliki volume tampung 12,37 juta meter kubik dengan luas genangan 455 hektar untuk irigasi seluas 4.500 hektar termasuk air baku.

Sedangkan dua bendungan yang akan dibangun yakni Bendungan Telake di Penajam Paser Utara, dan Bendungan Lambakan di Kabupaten Paser.

Khusus Bendungan Telake, Awang mengatakan nantinya akan mampu mengairi lahan persawahan di dua kabupaten dengan potensi 14 ribu hektar.

“Saat ini baru sekitar 200 hektar lahan pertanian yang mampu teraliri air. Itupun melalui pipanisasi dari Sungai Telake. Potensi sungai kita jadikan pendukung Bendungan Telake,” sambung mantan bupati Kutai Timur ini.

Sebelumnya, di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kaltim ditunjuk menjadi daerah pengembangan pangan nasional.

Penunjukkan ini selaras dengan potensi dan keunggulan wilayah yang dimiliki serta luasan kawasan yang belum dimanfaatkan.

Editor: Nur El Fathi

Berita Terkini Lainnya