Kaltim Dorong Peran Pengusaha Migas Lokal

Oleh: Fariz Fadhillah 22 Januari 2018 | 18:10 WIB
Kaltim Dorong Peran Pengusaha Migas Lokal
Blok migas/Ilustrasi

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Alih kelola Blok atau Wilayah Kerja (WK) Mahakam dari TEPI ke PT Pertamina Hulu Mahakam awal 2018 lalu membangkitkan asa pengusaha lokal.

Akhir pekan lalu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengukuhkan Badan Pengurus Perkumpulan Pengusaha Kontraktor Minyak dan Gas (BPPPK Migas) Kaltim periode 2018-2023.

Adapun kemudi BPPPK Migas sebelumnya dari Dahri Yasin selaku pendiri beralih ke Sudirman. Sejauh perkembangannya sudah sebanyak 33 kontraktor migas daerah tergabung.

BPPPK kata Awang, akan menjadi aset baru bagi Kaltim. Dirinya melihat 2018 Sebab, 2018 akan menjadi tahun subur mengingat akan banyaknya kegiatan pengadaan barang dan jasa, serta konstruksi di sektor migas..

Ia menginstrusikan pengurus agar gerak cepat membangun komunikasi dengan stakeholder terkait. Jangan sampai, lanjut Awang, Pertamina justru menjatuhkan pilihan ke kontraktor luar daerah.

"Saya minta PPK Migas segera berkoordinasi dengan SKK Migas. Terutama dalam pengelolaan blok-blok migas di Kaltim," kata Awang dikutip dalam siaran resmi Pemprov Kaltim, Senin (22/1).

Selain SKK, juga mesti berkomunikasi dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina.

Banyak blok-blok migas lain yang akan segera berakhir masa kontrak pengelolaannya. Adapun seiring alih kelola WK, sebutnya, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mesti melibatkan pengusaha lokal.

"Kita berharap tidak ada lagi blok-blok migas yang dikelola asing tetapi pengusaha lokal. Sebab Indonesia memiliki kemampuan mengelola melalui Pertamina," ujarnya.

Terkait WK Mahakam Awang kjuga memastikan pembagian saham atas Participating Interest (PI) pengelolaan Blok Mahakam. Pemprov Kaltim 66,5 persen sedangkan Pemkab Kukar 33,5 persen. “Sudah final,” jelas Awang.

Sebagai informasi, WK Mahakam menjadikan Benua Etam penyumbang devisa terbesar negara. SKK Migas Kalsul yang diterima Bisnis, per November 2017 WK memproduksi minyak dan kondensat sebanyak 52.000 ribu barel per hari dan 1.360 juta kaki kubik gas bumi per hari. Potensi Blok Mahakam dinilai masih menjanjikan dengan cadangan terbukti per 1 Januari 2016 sebesar 4,9 TCF gas, 57 juta barel minyak, dan 45 juta barel kondensat.

Adapun WK menjadi produsen gas bumi terbesar di Indonesia, menyumbang sekitar 13% produksi gas nasional,

Selain kedua stakeholder migas tersebut, Sudirman mengaku akan bergerak cepat sesuai instruksi gubernur ke DPR RI dalam waktu dekat ini. "Setelah dikukuhkan, kami segera berkoordinasi untuk program dan kegiatan organisasi ke depan," singkatnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya