BI Minta Kalbar Optimalkan Pantau Harga Komoditas

Oleh: Yanuarius Viodeogo 06 Februari 2018 | 21:09 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, PONTIANAK – Bank Indonesia minta pengambil kebijakan di Kalimantan Barat memperkuat koordinasi dalam upaya pengendalian inflasi seperti memacu peningkatan produksi, memastikan kecukupan stok komoditas.

Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Kalbar Adhinanto Cahyono mengatakan, upaya lainnya adalah menjaga kelancaran distribusi, mengoptimalisasi pemantauan harga komoditas poko dengan memanfaatkan informasi digital.

“Seperti PIHPS [Pusat Informasi Harga Pangan Strategis) nasional, PIHPS Enggang provinsi dan aplikasi Gencil Pontianak agar tetap menjaga ekspektasi masyarakat,” kata Adhinanto dari rilis diterima Bisnis, Selasa (6/2/2018).

Dia mengatakan, upaya-upaya tersebut karena melihat inflasi selama Januari 2018 terjadi pada semua kelompok barang seperti volatile foods (VF) mencakup harga komoditas beras, daging ayam ras, cabai rawit, jeruk dan ikan tongkol.

Menurutnya, beras berkurang stoknya dari Jawa membuat harga naik untuk jenis medium dan premium. Sementara, harga daging ayam ras juga langka pada minggu-minggu awal Januari.

“Pada kelompok adiministered prices (AP) karena masih tingginya tarif angkutan udara pasca kegiatan akhir tahun. Sementara kenaikan cukai rokok mendorong pula kenaikan harga berbagai jenis rokok utamanya rokok kretek filter,” kata dia.

Adapun, pada kelompok inti didorong meningkatknya upah pembantu rumah tangga, harga emas perhiasan, kayu balokan, makanan ringan dan sepeda motor.

“Harga emas dunia mengalami trend kenaikan sementara kenaikan harga kendaraan bermotor karena menyesuaikan berbagai variabel mempengaruhi produksi seperti inflasi, upah minimum regional dan pajak,” ucapnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer