Polisi Selidiki Dugaan Pembantaian Orang Utan

Oleh: Fariz Fadhillah 08 Februari 2018 | 20:54 WIB
Polisi Selidiki Dugaan Pembantaian Orang Utan
orangutan/Antara

Bisnis.com, BONTANG- Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono memastikan pihaknya akan turun tangan menyelidiki dugaan pembantaian seekor orang utan di Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur, awal pekan ini.

“Anggota kami bersama anggota dari Polres Kutai Timur sedang menggelar penyelidikan. Kami minta masyarakat untuk dapat memberikan informasi untuk membantu penyelidikan ini,” jelasnya dihubungi, Kamis (8/2). Sekecil apapun informasi yang diterima, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti.

Sementara itu dari Jalan Poros Bontang-Kutim ke tempat kejadian perkara (TKP) hanya berjarak kurang lebih 1 kilometer.

Sepekan sebelum penemuan, Nasir, seorang warga sekitar mengaku melihat orang utan itu bertengger di atas pohon di sekitaran danau. Rumah Nasir berjarak sekitar 100 meter dari TKP. Mendapati temuan itu, ia pun memberi informasi ke petugas Taman Nasional Kutai (TNK).

“Tapi besoknya saya lihat lagi [orang utan] sudah turun di danau itu cuman diam saja,” ujarnya, Kamis (2/8).

Melihat gelagat itu, Nasir bersama warga sekitar memberi orang utan itu sebuah nanas.

“Waktu itu orang utan tidak pernah bergerak dari tempatnya kayaknya sakit,” sambungnya.

Baru selang 5 hari kemudian, petugas dari TNK datang mengevakuasi satwa langka itu.

“Petugas TNK dan kepolisian sebelumnya sudah pernah datang ke situ untuk melihat,” katanya.

Diberitakan sebelumnya seekor orang utan berjenis kelamin jantan ditemukan mati dengan 130 butir pelor atau peluru senapan angin bersarang di kepala dan tubuhnya.

Orang utan naas itu ditemukan di Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim , Selasa (2/7) pukul 01.55 WITA.

Orang utan berusiasekitar 5-7 tahun itu diduga tertembak di area Taman Nasional Kutai (TNK).

Hasil autopsi Rumah Sakit Pupuk Kaltim Bontang memastikan 74 peluru bersarang di bagian kepala, tangan kanan 9 peluru, tangan kiri 14 peluru, kaki kanan 10 peluru, kaki kiri 6 peluru, dan dada 17 peluru.

Ramadhani, Manager Perlindungan Habitat Centre for Orang utan Protection (COP), menuturkan tim autopsi hanya mampu mengeluarkan 48 peluru.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya