Bulog Jamin Penyerapan Bawang Merah Lokal

Oleh: Fariz Fadhillah 23 Februari 2018 | 16:40 WIB
Bulog Jamin Penyerapan Bawang Merah Lokal
Petani mengumpulkan bawang merah saat panen/Antara-Siswowidodo

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Rencana penandatangan nota kesepahaman atau Mou terkait penyerapan hasil tani lokal oleh pemerintah daerah disambut baik Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Jauh sebelum wacana ini bergulir, Bulog Divisi Regional Kaltim-Kaltara sudah menyerap bawang merah produksi petani lokal di Balikpapan.

Pada tahap awal, sebanyak 240 kilogram bawang merah diserap dari Kelompok Tani Hikma yang berlokasi di Gunung Bubukan Kelurahan Teritip, kawasan Balikpapan Timur.

Meski tak signifikan, Kepala Bulog Kaltimra Muhammad Anwar menyebut langkah ini cukup menjawab keresahan petani lokal yang sulit mengakses pasar. Pembelian mengacu Peraturan Menteri Perdagangan 27/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Penjualan di Konsumen.

Adapun harga pembelian untuk konde basah, yakni Rp 15 ribu, konde askip Rp 18.300, dan Rp 22.500 untuk rogol askip [kering].

“Mayoritas produk yang kami serap adalah rogol askip. Ada juga konde askip. Artinya yang kami serap layak secara kualitas,” jelas Anwar didampingi Kabid Komersial Komersial dan Pengembangan Bisnis kepada Bisnis, Jumat (23/2).

Setelah menyerap, operator logistik milik negara ini memasarkannya langsung ke end user [konsumen] dan jaringan pemasaran bulog seperti rumah pangan kita atau RPK. Dari sana pihaknya menjual lagi seharga Rp 24 ribu per kg atau kurang di bawah eceran tertinggi.

“Dan ini hanya10 hari saja sudah habis,” jelas Anwar . Sementara itun wacana penyerapan mengemuka setelah Perum meninjau hasil panen raya milik kelompok tani tersebut pada akhir 2017 lalu.

“Cukup potensial. Ke depan kami juga akan tinjau milik kelompok Tani Karya Usaha di Babulu Penajam Paser Utara,” ujar Anwar.

Di PPU disebutkan terdapat 15 hektar potensi lahan budidaya dengan target produksi/panen mencapai 98 ton bawang merah kering.

Diketahui setelah masuk dalam Program Pengembangan Klaster Bawang Merah oleh BI, hasil panen bawang merah kelompok Hikma meningkat.

Dari 10 ton menjadi 21 ton per hektare. Dikonfirmasi, Ketua Kelompok Hikma Bahar mengatakan masih terdapat 8 hektar potensi lahan budidaya khusus bawang merah.

“Dalam setahun pihaknya menargetkan dua sampai tiga kali panen dengan target produksi 32 ton bawang merah kering/panen,” sebutnya.

Di lain sisi, Tim Pengendali Inflasi Daerah Balikpapan mempertanyakan tentang akses pasar yang dimiliki petani bawang merah.

Secara khusus, pemerintah diminta menjamin hasil produksi kelompok tani binaan Bank Indonesia itu terserap. Penandatangan MoU dengan Bulog diharap mampu meningkatakan serapan hasil pertanian lainnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya